Ajak Aktif Berorganisasi NU, KH Agus Najmuddin Dorong Patuhi Qonun Asasi

Redaksi

Jombang – Sedikitnya seribu jamaah mengikuti pengajian rutin Ahad Kliwon yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Diwek. Acara digelar di area masjid Nurul Huda Dusun Kawur Desa Keras dengan mauidzah hasanah yang disampaikan KH Agus Najmuddin dari Nganjuk.

Tampak hadir sebagai undangan Camat Diwek, Forkopimcam dan Hj Aisyah Muhammad dari PC Muslimat NU Jombang. Termasuk perwakilan kepala Desa Keras.

Rangkaian acara dimulai dengan khatmil Qur’an. Tepat pukul 08.00, acara dibuka lantunan dzikir dan tahlil serta santunan 24 anak yatim dari Desa Keras.

Agus Sholahuddin, Camat Diwek, menyampaikan pesan pentingnya berkendara bagi para remaja di kabupaten Jombang, “Kalau anaknya bawa motor tolong diingatkan untuk hati-hati. Karena tingkat kecelakaan di kabupaten Jombang tinggi,” ujarnya.

Nyai Hj Aisyah Muhammad, perwakilan PC Muslimat Jombang,.mengajak jamaah untuk
memperbanyak membaca sholawat. “Jangan biarkan lisan hanya diam, agar hidup kita selamat dunia dan akhirat,” pesannya. “Mari seimbangkan aktivitas, waktunya kerja ya kerja, waktu ngaji ya ikut ngaji, waktunya ibadah ya ibadah,” tambahnya.

Dirinya juga mengklarifikasi berita jamaah umroh dari Jombang yang dibatalkan mendadak padahal sudah kumpul di Masjid Jami’ Baitul Mukminin Jombang. Namun karna ada miskomunikasi pada akhirnya jamaah berangkat menjadi dua gelombang. “Atas kejadian ini juga menjadi perhatian Menteri Haji dan Umroh Rl untuk meningkatkan keamanan agar tidak ada mafia-mafia yang menyelewengkan pelayanan haji dan umroh,” katanya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH. Agus Najmuddin dari Nganjuk menyampaikan bahwa
uswah itu kebaikan yang diutarakan melalui lisan dan dilakukan dalam perbuatan. “Sebagaimana keteladanan pada diri Rasulullah, apa yang diucapkan tertuang dalam perbuatan,” ujarnya.

Sebagai umat yang bersaksi nabi Muhammad Rasulullah, lanjutnya, kesaksiannya adalah menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. “Salah satunya senyum kepada saudaranya,” jelasnya.

Dirinya juga menyoroti calon pengantin hari ini sibuk mikir kesiapan hari pernikahan saja dari pada kehidupan setelahnya. “Namun kurang memperhatikan kesiapan ilmu dalam berumah tangga, sehingga akibat kurangnya ilmu dalam berumah tangga menjadikan rawannya terjadi perceraian,” keluhnya.

Ia membagi tips agar terus bahagia maka isi al-Qur’an harus diamalkan. “Qur’an tidak cukup dibacakan, tapi juga didalami. Nopo mawon harus berdasarkan ilmu, sebab ketika ingin bahagia di dunia dan akhirat harus dengan ilmu,” pesannya.

Dalam berorganisasi di NU, dirinya mengajak menggunakan kitab Qanun al-Asasi li Jamiyah Nahdhtil Ulama karya KH Hasyim Asy’ari. “Ini supaya perjuangan itu tahu cara berjalannya,” pesannya.

Selama acara berlangsung, para peserta mengikuti dengan tertib. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Hamdi Sholeh, Ketua MWCNU Diwek. (ani)

kontributor: Ani Tazkiyatum, pengurus LTN MWCNU Diwek

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer