Membanggakan! Fokus Isu Lingkungan, Mahasiswa UIN Walisongo Publikasikan Karya Ilmiah Tembus SINTA 2

Semarang – Ahmad Nizar Zuhdi Al-Hakimi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang asal Lamongan, Jawa Timur menorehkan capaian akademik melalui publikasi karya ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 2. Ketertarikannya terhadap isu pendidikan, sosial, dan lingkungan mendorongnya mengembangkan penelitian yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan kesadaran ekologis.

Melalui publikasi ilmiahnya berjudul “Pedagogical Pathways to Sustainability in ELT: A Systematic Literature Review and Bibliometric Mapping of Eco-ELT Research (2015–2025)” yang tercatat dalam publikasi jurnal JEFL terakreditasi SINTA 2 turut mengantarkan nizar menjadi mahasiswa lulus tugas akhir dengan non skripsi.

Dalam penelitiannya Nizar mengembangkan Ecological English Language Teaching, yaitu pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam proses pendidikan. Melalui pendekatan ini pembelajaran bahasa diarahkan untuk membangun kesadaran ekologis dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Menurut Nizar ketertarikannya terhadap isu pendidikan, sosial, dan lingkungan menjadi salah satu landasan dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan persoalan masyarakat. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, melainkan juga ruang untuk melatih nalar dan mengembangkan gagasan.

“Pendidikan ibarat mesin kendaraan, sedangkan gagasan adalah bahan bakarnya. Keduanya akan terus berjalan apabila saling terhubung. Maka pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu memahami dan menyikapi berbagai persoalan sosial maupun lingkungan,” ungkapnya.

Ketertarikan Nizar terhadap dunia penelitian telah tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, ia tergabung dalam tim Lomba Karya Tulis Ilmiah. Minatnya terhadap isu lingkungan kemudian semakin berkembang ketika mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata Nusantara Kementerian Agama Republik Indonesia di Yogyakarta. Program tersebut mengangkat tema ekoteologi yang mempertemukan perspektif keagamaan dengan persoalan lingkungan.

Perjalanan akademik Nizar tidak terlepas dari latar belakang pendidikan pesantren. Sebelum menempuh jenjang di UIN Walisongo Semarang, ia pernah menimba ilmu di Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, kemudian melanjutkan pendidikan di Pesantren Darul Falah Besongo. Pengalaman tersebut turut membentuk ketertarikannya terhadap forum diskusi, literasi dan turut membawa dalam dunia organisasi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer