Nganjuk – Kegiatan Ziarah Wali Kenceng digelar Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) jenjang SD Kecamatan Rejoso. Kegiatan digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (3-4/10).
Mereka berangkat dan kembali di area halaman Masjid KUA Rejoso. Selain diikuti GPAl, acara diikuti juga oleh pengawas, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan para kepala sekolah SD se-Kecamatan Rejoso. Tujuan kegiatan ini berziarah ke makam Sunan Gresik, Sunan Giri, Syaikh Maulana Ishaq, Sunan Drajat dan Sunan Bonang.
“Kegiatan ziarah ini tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan mengunjungi makam para wali, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah sekaligus ajang silaturahmi para pendidik di Rejoso,” ujar Habibur Zahrudin, Ketua KKG PAl Rejoso.
Dia menambahkan, melalui ziarah para peserta diajak untuk mengenang jasa dan perjuangan para auliya dalam menyebarkan ajaran Islam dengan penuh keteladanan dan pendekatan yang mampu diterima masyarakat. “Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para pendidik agar nilai-nilai perjuangan para ulama dapat diterapkan dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Samawati, salah satu pengawas yang menjadi peserta, mengapresiasi kegiatan yang digagas KKG PAI Rejoso inj. “Kegiatan ini jelas memiliki nilai positif bagi para pendidik, khususnya dalam membangun keteladanan spiritual dan memperkuat hubungan antar guru serta seluruh unsur pendidikan,” ujarnya.
Ziarah wali baginya sangat baik karena memberikan ruang kepada para guru untuk melakukan refleksi spiritual sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan. “Guru tidak hanya dituntut untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga perlu terus menguatkan nilai-nilai keteladanan dan keagamaan,” sambungnya.
Hal senada disampaikan Ketua KKKS Kecamatan Rejoso, Yoyok Agus Santoso. “Kegiatan ziarah ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara GPAI, kepala sekolah, KKKS dan Pengawas Korwil Rejoso,” ungkapnya.
Kegiatan ini diakui menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan. “Ketika para pendidik dan kepala sekolah memiliki hubungan yang baik, tentu akan semakin mudah membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Dirinya berharap seluruh peserta dapat membawa pulang bukan hanya kenangan perjalanan, tetapi juga semangat keteladanan para auliya. ” Nilai keikhlasan, kesabaran, perjuangan, kebersamaan dan kepedulian sosial yang dicontohkan para ulama diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik dalam menjalankan amanah mendidik generasi bangsa,” pungkasnya. (kha)
Kontributor : Abdul Kharis, pengurus LTN MWCNU Rejoso Nganjuk