Menyelamatkan Warisan yang Terserak: Perpustakaan UIN SATU Tulungagung Gelar Workshop Kutub Turats al-Turats

Ahmad Misbakhul Amin
ยท Diperbarui 13 September 2026

Tulungagung, (26/08/26)_ Upaya menyelamatkan khazanah manuskrip klasik di kawasan Mataraman kembali mendapat perhatian serius. Perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar workshop bertajuk Pelatihan Kutub Turats al-Turats di Era Digital: Pelestarian, Aksesibilitas, dan Pemanfaatan (Liputan Situs Sejarah dan Penelusuran Turats). Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 peserta, terdiri atas mahasiswa dan dosen, baik internal UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung maupun sejumlah kampus lain di sekitar wilayah Mataraman.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Perpustakaan, Ahmad Fakhruddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Perhatian Rektor tertuju pada nasib ribuan manuskrip yang tersimpan dan tidak sedikit yang terancam rusak atau hilang i wilayah Tulungagung, Kediri, Ponorogo, dan Blitar. Digitalisasi disebut sebagai salah satu jalan strategis untuk menyelamatkan warisan tersebut agar tetap bisa diakses dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri dengan latar belakang dan sudut pandang yang saling melengkapi. Ahmad Muhdhor dari Pusat Bahasa sekaligus dosen UIN SATU Tulungagung, Heru, dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN SATU, serta Ahmad Misbakhul Amin, Founder Komunitas El Himmah dan Redaktur Suluk.id.

Ahmad Muhdhor membuka materinya dengan analogi yang mengundang senyum sekaligus perenungan. Menurutnya, kerja filologi dijalankan dengan prosedur ilmiah, berbeda dari kerja stalking yang lebih banyak digerakkan oleh dorongan emosional semata. Namun, ia menegaskan bahwa keduanya sama-sama menjadi modal besar bagi seorang filolog bahwa rasa ingin tahu yang mendalam sekaligus ketelitian metodologis.

Ia menjelaskan setelah sebuah manuskrip ditemukan, tahap selanjutnya adalah meneliti naskah tersebut agar dapat disajikan seakurat mungkin sekaligus diberi interpretasi. Ini menjadi pembeda penting dengan tradisi tahqiq di Timur Tengah, yang menurutnya lebih menitikberatkan pada penyajian teks secara akurat tanpa disertai tahap interpretasi mendalam.

Giliran Heru membawa peserta menyusuri jejak transformasi budaya lewat kisah Qur’an Setambul, sebutan masyarakat Jawa untuk mushaf yang berasal dari Istanbul dan pada mulanya diperuntukkan bagi kalangan pedagang. Menariknya, kata Heru, perjalanan mushaf ini mengalami transformasi fungsi yang berbeda di kedua tempat. Jika di Istanbul mushaf tersebut dibaca sebagaimana mestinya, di tangan masyarakat Jawa ia justru berubah fungsi menjadi jimat.

Heru juga memperkenalkan satu istilah akademik yang ia sebut sebagai teks yang hidup sebuah pendekatan yang melihat bagaimana sebuah teks tidak berhenti pada bentuk aslinya, melainkan terus tumbuh, berkembang, dan bertransformasi seiring perjalanan waktu dan konteks sosial yang menaunginya.

Materi ditutup oleh Ahmad Misbakhul Amin yang menempatkan kajian manuskrip dalam bingkai yang lebih luas. Menurutnya berdasarkan analisis para ahli, kajian manuskrip ke depan akan menjadi tren tersendiri dalam paradigma keilmuan bukan semata karena daya tariknya, tetapi karena posisinya sebagai salah satu pola kerja dalam wacana dekolonisasi pengetahuan.

Misbah turut membagikan kisah personalnya. Saat masih berstatus mahasiswa UIN SATU Tulungagung, ia mendirikan Komunitas El Himmah, Komunitas Pengkaji Al-Qur’an, Hadis, Turats, dan Wacana Keislaman. Ia menegaskan kesiapan komunitas tersebut untuk menjadi mitra dalam pengumpulan manuskrip di wilayah Mataraman, sekaligus berperan sebagai fasilitator bagi upaya-upaya pelestarian ke depan.

Di penghujung paparannya, ia menyampaikan harapan besar agar UIN SATU Tulungagung ke depan memiliki Pusat Studi Naskah Kuno tersendiri. Misbah menilai bahwa keberadaan pusat studi semacam itu akan memberi manfaat luas bagi kalangan mahasiswa dan sivitas akademika kampus, pun juga bagi masyarakat serta peneliti dari luar.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer