Yogyakarta — Rabu (9/9/2026), gelombang mahasiswa baru Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga resmi memulai babak baru kehidupan akademik. 98 mahasiswa baru Program Doktor (S3) Studi Islam dan Program Magister (S2) Interdisciplinary Islamic Studies hadir dengan semangat tinggi dalam kegiatan Sosialisasi Pembelajaran, satu agenda rutin yang menjadi gerbang pengenalan dunia akademik pascasarjana.
Sospem dirancang sebagai bekal awal bagi mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke dalam ritme perkuliahan. Lewat kegiatan ini peserta diajak mengenal lebih jauh sistem pembelajaran, nilai-nilai akademik yang dijunjung hingga berbagai hal teknis maupun kultural yang akan mewarnai perjalanan studi mereka ke depan.
Acara resmi dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. Dalam sambutan pembukanya ia menegaskan bahwa Sospem merupakan momen penting bagi mahasiswa baru untuk berkenalan lebih dekat dengan Pascasarjana mulai dari tradisi keilmuan, capaian-capaian yang telah diraih, hingga komitmen akademik yang harus dibangun bersama selama masa studi.
Pada tahun akademik 2026/2027 ini, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga membuka pintu bagi mahasiswa baru jenjang S2 maupun S3 dengan latar belakang yang beragam, mulai dari jalur reguler hingga penerima berbagai skema beasiswa.
Dalam sesi berikutnya, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., menyampaikan pandangannya mengenai visi akademik Universitas sekaligus arah pengembangan mahasiswa pascasarjana.
Menurut Prof. Noorhaidi, menempuh jenjang S2 dan S3 pada dasarnya adalah proses membentuk diri menjadi seorang scholar atau ilmuwan yang mampu menghasilkan pengetahuan baru. Ia mengingatkan bahwa pendidikan Pascasarjana tidak semata soal menyelesaikan studi dan meraih gelar melainkan lebih jauh lagi merupakan proses pematangan cara berpikir.
Ia menambahkan bahwa seorang akademisi sejati harus mampu memproduksi pengetahuan melalui kerja ilmiah yang sistematis, logis, dan berpijak pada bukti empiris. Maka penguasaan metodologi penelitian dan pendalaman wawasan teoritik menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar bagi mahasiswa S2 dan S3 dalam menjalani proses akademik maupun riset mereka.
Rektor juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk membudayakan kebiasaan membaca, menulis, berpikir, dan berdiskusi secara serius. Baginya kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah kunci lahirnya akademisi yang mampu memberi kontribusi nyata dan menghadirkan kebaruan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Ia mengingatkan bahwa kampus ini adalah UIN Sunan Kalijaga, kampus yang penuh dnegan suaka pengetahuan dan ilmuan.
Melalui Sospem ini mahasiswa baru diharapkan memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang sistem dan budaya akademik di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, sekaligus lebih siap beradaptasi dengan lingkungan kampus sebelum resmi menjalani proses pendidikan S2 dan S3 mereka