Dr. H. Adib, M.Ag. salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan Islam, pesantren, akademik, dan birokrasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Lahir di Indramayu pada 15 Mei 1974, Adib tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam yang kemudian menjadi fondasi penting bagi perjalanan intelektual dan profesionalnya. Dari seorang santri dan akademisi, ia berkembang menjadi pimpinan perguruan tinggi, pejabat Kementerian Agama, hingga dipercaya menduduki posisi sebagai Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia.
Perjalanan pendidikan Adib dimulai dari lingkungan madrasah. Ia menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Pranggong, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah GUPPI Lohbener dan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Cirebon. Pendidikan tersebut membentuk dasar keilmuan keislamannya sekaligus memperkenalkannya secara lebih mendalam kepada tradisi pendidikan agama. Selain pendidikan formal, Adib juga memiliki latar belakang pesantren. Ia tercatat sebagai alumnus Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, salah satu pesantren yang memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Adib melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Cirebon pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan menyelesaikannya pada 1995. Keinginannya untuk memperdalam kajian Islam kemudian membawanya melanjutkan pendidikan magister Dirasah Islam di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pendidikan akademiknya tidak berhenti pada jenjang magister. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral dalam bidang Dirasah Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2007. Dengan demikian, perjalanan pendidikannya memperlihatkan perpaduan antara tradisi pesantren, pendidikan madrasah, serta pendidikan tinggi Islam.
Karier profesional Adib pada awalnya berkembang di dunia akademik. Ia menjadi dosen di STAIN Samarinda sejak 1998 hingga 2007. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dunia akademik menjadi ruang penting bagi dirinya untuk mengembangkan gagasan tentang pendidikan Islam, pesantren, bahasa Arab, dan studi keislaman. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian, penyusunan kurikulum, pengembangan pendidikan pesantren, serta program peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Selain menjadi akademisi, Adib mulai dipercaya menduduki berbagai posisi kepemimpinan. Ia pernah menjadi Dekan Fakultas Adab, Dakwah dan Ushuluddin IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada 2011–2015. Setelah itu, ia menjabat sebagai Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada 2015–2020. Dalam posisi tersebut, ia ikut terlibat dalam pengembangan kelembagaan perguruan tinggi dan berbagai upaya memperkuat tata kelola serta kualitas akademik. Pengalaman sebagai pimpinan perguruan tinggi kemudian menjadi modal penting ketika ia memasuki jenjang birokrasi Kementerian Agama.
Pada 2020, Adib dipercaya menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Jabatan tersebut menandai semakin luasnya tanggung jawab yang diembannya dalam bidang pelayanan keagamaan dan pendidikan Islam. Setelah menjalankan tugas di Jawa Barat, ia kemudian dipercaya menempati sejumlah posisi strategis di tingkat pusat Kementerian Agama. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah serta Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Dalam berbagai posisi tersebut, ia terlibat dalam pengembangan pelayanan keagamaan, pembinaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta berbagai program Kementerian Agama.
Pada September 2024, Adib kembali dipercaya menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman sebagai kepala kantor wilayah di dua provinsi, yaitu Jawa Barat dan DKI Jakarta, memperlihatkan perjalanan kariernya yang cukup luas dalam birokrasi Kementerian Agama. Selain menjalankan tugas pemerintahan, ia tetap memiliki keterkaitan erat dengan dunia pesantren. Adib dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat di Weragati, Majalengka. Pesantren tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, termasuk Madrasah Aliyah Unggulan.
Bidang pesantren juga menjadi salah satu perhatian penting dalam karya intelektual Adib. Ia tercatat menghasilkan sejumlah tulisan dan buku yang membahas pesantren, pendidikan Islam, serta bahasa Arab. Beberapa karyanya antara lain Epistemologi Pesantren, Transformasi Pesantren, Masa Depan Pesantren dan Tantangan Global, dan Model-model Pembelajaran Pesantren. Ia juga menghasilkan karya mengenai pembelajaran bahasa Arab dan Al-Qur’an. Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa perhatian Adib terhadap pesantren bukan hanya dalam kapasitas sebagai birokrat, tetapi juga sebagai akademisi dan penulis.
Perjalanan panjang tersebut kemudian mengantarkan Adib pada jabatan barunya. Pada 29 September 2026, ia dilantik sebagai Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI. Jabatan ini memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan akademik dan pesantren yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun. Ma’had Aly sendiri merupakan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berbasis pesantren. Karena itu, pengalaman Adib sebagai akademisi, pengelola perguruan tinggi, pengasuh pesantren, serta birokrat Kementerian Agama menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya.
Sosok Dr. H. Adib, M.Ag. dapat dipandang sebagai figur yang menempuh perjalanan dari dunia pesantren menuju dunia akademik dan birokrasi pemerintahan. Pengalamannya menunjukkan keterhubungan antara pendidikan Islam tradisional, perguruan tinggi, dan tata kelola pemerintahan. Perjalanan tersebut juga memperlihatkan konsistensinya dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Dari seorang santri di Cirebon, dosen, pimpinan perguruan tinggi, kepala kantor wilayah, pejabat eselon I/II Kementerian Agama, hingga Direktur Ma’had Aly, perjalanan Adib menjadi bagian dari dinamika perkembangan pendidikan dan kelembagaan Islam di Indonesia.