JOMBANG – Menyambut bulan suci Ramadhan, digelar Pelatihan Bacaan Imam Shalat Rawatib dan Tarawih di Masjid Besar Diwek, Sabtu (14/2). Acara digelar Dewan Masjid lndonesia (DMI) yang didukung Jamiyah Qurra wal Huffadz (JQH) dan Lembaga Takmir Masjid (LTM).
Acara dihadiri setidaknya 100 peserta. Kegiatan menghadirkan narasumber dari tim JQH Jombang, yaitu Ustadz Muhdi Surur, Ustadz Ahmad Fathoni dan Ustadz Sohibus Surur.
Tampak hadir Dr KH Abdul Basit (DMI Jombang), Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh beserta jajaran takmir Masjid Besar Diwek. Hadir juga Kepala KUA Diwek, Camat Diwek Agus Solihuddin didampingi perwakilan Polsek dan Koramil Diwek.
Ketua JQH Diwek Gus Anwar Kholil menjelaskan peserta yang diundang berasal dari Kecamatan Diwek. “Baik pengurus takmir masjid maupun mushala, ada 100 orang,” ujarnya. Dia berharap kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan di tahun-tahun mendatang.
Hal senada disampaikan Ketua DMI Diwek Gus Muhammad Muzani. Dia berharap acara ini tidak hanya menjadi forum silaturahmi. “Tapi juga ajang untuk meningkatkan kualitas shalat kita, terutama dari segi bacaannya, bukan menyalahkan,” jelasnya.
Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengapresiasi pelatihan memperbaiki bacaan imam ini. “Karena yang menanggung dosa pertama kali ya DMI jika ada imam shalat yang bacaannya tidak sah,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Dirinya berharap ke depan masjid dijadikan basis bagi pengembangan sosial. “Karena masjid adalah fondasi ketakwaan seorang mukmin,” imbuhnya.
Camat Diwek menegaskan hal serupa. Kegiatan pelatihan ini, menurutnya, upaya persiapan menyambut bulan Ramadhan secara positif.
“Sehingga mental kita siap menyambut bulan suci ini dengan amalan-amalan ibadah,” ujarnya. Dia berharap agar masyarakat Kecamatan Diwek menjaga ketentraman selama Ramadhan.
Saat menyampaikan materi, Ustadz Muhdi Surur menjelaskan pentingnya menjaga bacaan al-Qur’an. “Kalau panjenengan tidak fasih saat membaca shalawat Nabi atau kitab kuning tidak masalah, tapi wajib menjaga bacaan saat baca al-Qur’an,” ujarnya.
Imam shalat, lanjutnya, dalam bacaan shalat harus mampu memahami makharijul huruf, sifat huruf dan ahkamul huruf. “Caranya dengan membiasakan lisan, yaitu riyadhotul lisan,” pungkasnya. (far)
kontributor: Farhan Rafi, Sekretaris LTN MWCNU Diwek