Suluk.id, Jombang – Peran mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan masyarakat. ltu sebagai bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa. Tentunya di samping tugas tri dharma perguruan tinggi.
Hal itu terungkap dalam diskusi kemahasiswaan di kampus Sekolah Tinggi llmu Tarbiyah (STIT) Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang, Jumat (29/8). Diskusi menghadirkan Mukani, dosen STAI Darussalam Nganjuk.
Ditemui di lokasi acara, ketua panitia Mahfudh menjelaskan diskusi sebagai agenda program dari badan eksekutif mahasiswa (BEM). Diikuti peserta sekitar 280 mahasiswa baru.
Mahasiswa asal Madura ini menambahkan, mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di lndonesia. Mulai dari Riau, Jambi, Bali, Jawa Barat, NTB dan Jawa Tengah. “Termasuk dari Jawa Timur sendiri,” ujarnya.
Saat memaparkan materi, Mukani lebih banyak menyorot makin menurunnya antusias mahasiswa mewujudkan kepedulian sosial. “Tidak jarang mahasiswa hanya sekedar kuliah, lulus dan mencari kerja,” ujarnya.
Pria dua putra ini menambahkan, kondisi lndonesia harus mampu dikaji secara kritis oleh mahasiswa. “Dicarikan alternatif solusinya agar masalah itu tidak berlarut,” imbuhnya.
Ke depan, lanjutnya, mahasiswa harus terus meningkatkan potensi diri “Agar lndonesia Emas di tahun 2025 nanti benar terwujud,” tandasnya.
Salah satu peserta mengatakan merasa senang mengikuti diskusi ini. “Banyak wawasan tentang mahasiswa harus bagaimana, termasuk yang lagi ramai demonstrasi di depan gedung DPR Rl,” ujar Ade Nurdis, mahasiswa asal Jambi.
Hal senada disampaikan Muhammad Syifa, mahasiswa asli Jombang. Dia menekankan pentingnya peningkatan tradisi literasi bagi kalangan mahasiswa.
Dunia tulis menulis, baginya, sangat penting bagi mahasiswa. “Ini yang harus dibiasakan, sehingga kiat-kiat menulis bisa dikerjakan dengan baik oleh mahasiswa,” tandasnya. (ars)
Kontributor: Aris Setiawan, panitia acara
Suluk.id merawat Islam Ramah serta mengajak beragama yang menggembirakan