Suluk.ID โ€“ Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Sampai Pada Maaf Paling Tulus Disampaikan

Muchamad Rudi C

Sampai pada maaf yang paling tulus dari hati yang paling dalam. Kebahagiaan tidak akan dirasakan jika saling memaafkan tidak dilakukan. Seolah percuma, jika semua apa yang diusahakan maksimal tidak mendapatkan hati yang lapang dari orang-orang tersakiti.

Untuk kita orang yang pernah menyakiti. Semua orang mengalami kejadian yang menyakitkan dalam hidupnya. Dengan porsi rasa sakit semua orang yang berbeda-beda. Tidak sama. Dan tidak akan pernah sama. Jangan dipukul rata. Jangan pernah menghakimi dengan hanya “halah begitu saja”. Kita tidak tahu apa yang pernah terjadi pada latar kehidupan setiap manusia. Tapi kita setuju dengan satu hal. Kita tidak tau perihal apa yang kita lakukan sehingga membuat orang lain begitu sakitnya.

Meminta maaf menjadi jalan terbaik untuk mengobati dan menyembuhkan diri. Menjadi suatu kemewahan jika itu dimaafkan dengan tulus dan ikhlas hati. Tidak ada lagi ganjalan dalam hidup. Tidak ada lagi batasan dalam melangkah. Tolong maafkan dengan tulus dari hati ya.

Mengakui, menyadari dan menerima bahwa telah melakukan kesalahan menjadi jalan terbaik sebagai manusia. Manusia yang masih berkeinginan untuk berbuat lebih baik kedepannya. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki semua. Memang bisa pulih tapi mungkin sulit untuk sembuh dari luka. Tak apa. Tunaikan kewajiban sebagai seorang manusia yang tidak luput akan salah. Jangan takut salah tapi jangan ngawur.

Untuk kita orang yang pernah tersakiti. Memberi maaf bukan hanya memberi sebuah jalan untuk orang lain. Tapi memberikan jalan untuk diri kita sendiri. Kita berhak untuk bahagia. Bahagia akan masa lalu kita. Berhak akan hak hidup kita. Dan berhak untuk hidup jauh lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada manusia yang sempurna. Semua punya pikiran dan prinsip yang berbeda. Pengetahuan tidak semuanya sama. Latar belakang apalagi. Begitulah konflik sebagai cara kita mengenal sesama. Tidak ada yang bisa mengontrol yang ada pada diri manusia. Ketidaksengajaan mereka tentu juga bukan tanpa alasan. Bukan tanpa sebab. Ketidaktahuan mereka menjadi penghalang mereka memahami orang lain. Memang tidak bisa dimaklumi. Tapi sekali lagi, tugas kita tidak bisa untuk merubah segalanya. Tapi bagaimana merespon dengan memahaminya. Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Menerima, memahami dan menyampaikan bahwa kita pernah tersakiti tentu menjadi jalan terbaik sebagai manusia. Bersiaplah untuk menerima kritik dan omongan pedas dari orang lain. Karena itu tak lain menjadi obat bagi pikiran dan hati untuk menjadi lebih baik lagi. Lebihlah terbuka dan mendengarkan apa yang orang lain sampaikan.

Untuk kita orang yang pernah tersakiti dan menyakiti. Memang terdengar sulit dan tidak mudah memang mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari atas teori kesabaran atau mudah memaafkan. Apalagi jika sudah mengakar menancap tajam dalam hati. Tapi tetap tenang dari semua itu yang dibutuhkan adalah mengkomunikasikan. Mengkomunikasi apa yang menyakiti dan mengecewakan. Kemudian kembalikan diri sebagai fitrah manusia yang suci. Kamu berhak menjadi suci kembali dengan meminta maaf dan memaafkan serta ridho dengan segala kesalahan. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita petunjuk-Nya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer