Jombang – Menyambut pembelajaran setelah libur Idul Fitri, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Diwek menggelar motivasi, Minggu (29/3). Hadir sebagai narasumber Irjen Pol (Purn) Drs H Mujiyono, M.Hum, mantan Wakapolda Kaltim.
Kegiatan diikuti para santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak jenjang MTs dan MA. Termasuk mendampingi para pengurus Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, para pimpinan dan dewan guru MTs dan MA Seblak.
Rangkaian acara dibuka dengan doa bersama (istigosah). Gus Ahmad Faiz Elsaputra bertindak sebagai imam istigosah.
Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Dra Hj Rika Fauziyah Andarini menegaskan santri harus disiplin saat belajar. “Karena disiplin itu kunci untuk mencari ilmu,” ujarnya.
Dia menambahkan pentingnya mendoakan orang tua. “Termasuk para guru didoakan agar ilmu yang diperoleh diberi ridho para guru,” pesannya.
Irjen Pol (Purn) Drs H Mujiyono M.Hum. mengawali motivasi dengan apresiasinya kepada dunia santri. “Kalau saya bisa kembali kecil, saya akan masuk mondok,” ujarnya.
Mantan Direskrimsus Polda Metro Jaya ini menegaskan santri memiliki banyak kelebihan. “Kalau orang pintar itu banyak, tapi santri memiliki kelebihan di aspek moralitas,” imbuhnya.
Pria berkacamata ini menambahkan, dunia santri akan banyak peluang di masa depan. “Bagaimana menjadi politisi yang santri, insinyur yang santri, ekonom yang santri, polisi yang santri, pasti akan memiliki banyak kelebihan,” ujar mantan Widyaiswara Utama Sespim Polri ini.
Dirinya berharap para santri terus menggembleng diri. “Agar ke depan santri bisa terus bermanfaat bagi bangsa dan agama,” pintanya.
Ditemui di lokasi acara, Direktur Pendidikan Madrasah Seblak H. Deden Fardan Hamdani, M.Ag. menyampaikan, kegiatan motivasi ini dibarengkan dengan halal bi halal. “Hari ini pertama kali masuk setelah liburan Idul Fitri, besok Senin menghadapi ujian tengah semester,” ujarnya.
Bapak satu putra ini menambahkan, istigosah rutinan digelar setiap awal bulan. “Ini sebagai bekal spiritual, di samping tentu belajar yang rajin juga,” pungkasnya. (muk)