JOMBANG – Sebanyak 47 siswa madrasah aliyah (MA), 91 siswa madrasah tsanawiyah (MTs) dan 19 siswa madrasah diniyah (Madin) diwisuda hari Sabtu (23/5) pagi. Kegiatan digelar di halaman Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak Diwek.
Tampak hadir Nyai Hj lda Rohmah Susiani dari Surabaya memberikan tausiyah. Termasuk Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupateb Jombang dan beberapa pengawas.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian berbagai beasiswa. Baik pelajar berprestasi, beasiswa kuliah hingga beasiswa Baznas.
Sekretaris Yayasan Khoiriyah Hasyim (YKH) Seblak, Dr Budi Suhariyanto, menegaskan rasa terima kasih atas kepercayaan walimurid untuk menimba ilmu di Pesantren Seblak. “Termasuk kepada para guru yang sudah berjuang dalam mendidik para murid,” ujarnya.
Dia menambahkan, tahun ini ada 30 siswa Aliyah yang menerima beasiswa Baznas. “Sebanyak 23 di antaranya sudah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) jalur prestasi,” imbuhnya.
“Bahkan 21 siswa Aliyah sudah lulus uji sertifikasi guru al-Qur’an metode Ummi,” jelasnya. Dia berharap ilmu yang sudah diperoleh bisa ditularkan kepada orang lain.
Hal senada disampaikan Abdul Wahid, walimurid dari Kasembon Malang. Anaknya yang lulus Aliyah sudah diterima di PTN jalur prestasi. “Di program studi Psikologi UIN Syaikh Wasil Kediri,” ujarnya.
Dirinya mengaku puas dengan pelayanan pendidikan yang dilakukan di Pesantren Seblak. “Sejak SMP dulu memang sudah saya peseni, kalau Aliyah harus lebih rajin,” tambahnya.
Saat menyampaikan tausiyah, Nyai Hj Ida Rohmah Susiani menjelaskan tidak ada istilah mantan santri dan mantan guru. “Hubungan itu akan selamanya terjalin meski sudah menjadi alumni,” ujar pengurus Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur ini.
Pengasuh Pesantren Alif Lam Mim Surabaya ini menegaskan para alumni tetap mencari ilmu meski sudah tidak berada di pesantren. “Insya Allah mulai Juni 2026 nanti akan ada pengajian online bersama pengasuh Pesantren Seblak dan para kakak alumni,” imbuhnya.
Perempuan yang juga
pengurus Rabitah Ma’arif lslamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur ini menambahkan para alumni harus bisa menjaga nama baik almamater. “Tetap sambung silaturahmi dengan Pesantren Seblak, mohon bisa hadir jika ada temu alumni,” pungkasnya. (muk)
kontributor: Mukani, tim LTN MWCNU Diwek