Suluk.ID
Sunday, August 31, 2025
  • Home
  • Ngilmu
  • Pitutur
  • Kekabar
  • Panutan
  • Pepanggen
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ngilmu
  • Pitutur
  • Kekabar
  • Panutan
  • Pepanggen
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Suluk.ID
Home Panutan

Biografi Singkat dan Kisah Kezuhudan KH A. Nawawi Abdul Jalil Sidogiri

by Redaksi
June 13, 2021
in Panutan
Biografi Singkat dan Kisah Kezuhudan KH A. Nawawi Abdul Jalil Sidogiri
Share on Facebook

Suluk.id – Semua cerita whatsapp milik jamiiyah NU didominasi dengan ungkapan duka atas meninggalnya KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan. Minggu, 13 Juni 2021 menjadi penanda, ulama yang kharismatik ini menghadap kepada Sang Khalik.

KH Nawawi Abdul Jalil putra dari KH Abdul Jalil Bin Fadil. Kita semua tahu KH. Abdul Jalil adalah sosok kiai kharismatik di zamannya. Beliau juga pengasuh di Ponpes Sidogiri. Ibu dari KH Nawawi yakni Nyai Hanifah. Nyai Hanifah sendiri adalah putri dari KH Nawawi bin Noerhasan Sidogiri yang juga salah satu pendiri NU.

Dari jalur neneknya, KH Nawawi Abdul Jalil masih sambung dengan Sayyid Abu Bakar Syatha muallif I’anatuth Thalibin. Dengan silsilah KH Nawawi bin KH Abdul Jalil bin Nyai Syaikhah binti Syarifah Lulu’ binti Sayyid Abu Bakar Asy-Syatha Ad-Dhimyathi.

Dari jalur ayah, nasab Kiai Nawawi bersambung dengan Sunan Ampel. Karena Kiai Abd Djalil, ayah beliau, adalah putra Kiai Fadlil bin Sulaiman bin Ahsan bin Sayid Zainal Abidin (Bujuk Cendana/R. Senopati Pranujoyo, Kwanyar Bangkalan) bin Sayid Muhammad Khatib bin Sayid Muhammad Qosim (Sunan Drajat) bin Raden Rahmat (Sunan Ampel).

KH Ahmad Nawawi ini memimpin Ponpes Sidogiri setelah KH Abdul Alim bin Abdul Jalil wafat pada 2005. Para santri yang pernah bertemu dengan KH Ahmad Nawawi pasti merasakan keteduhannya.

Banyak cerita yang beredar di kalangan santri jika KH Ahmad Nawawi ini sudah tidak lagi terlalu cinta dengan dunia. Seperti kisah saat lupa jika membawa mobil lalu pulang dengan bus.

Ini menandakan, dunia bukan tentang tumpukan sebab harta tidak akan pernah abadi. Kisah kezuhudan KH Ahmad Nawawi lainnya adalah rasa hormat dengan mereka yang berilmu. Termasuk para ulama-ulama sepuh dan para habaib.

Kiai Nawawi juga dikenal sebagai pengasuh Pesantren Sidogiri yang sangat dekat dengan para santrinya. Beliau kerap mengontrol sendiri ke kamar-kamar santri di malam hari. Beliau menginginkan para santri beribadah dan memuthala’ah (mempelajari) pelajaran di malam hari.

Dalam hal keilmuan, KH Ahmad Nawawi Abdul Jalil pernah mengarang kitab tauhid Al-ma’man Mina Adh-Dhalalah. Selain itu, ada beberapa buku yang diberikan tanya jawab yang membahas tentang akidah. Bagi, KH Ahmad Nawawi akidah ini penting dan harus kuat.

Kini KH Ahmad Nawawi Abdul Jalil telah tiada. Bukan hanya santri dan alumni Ponpes Sidogiri yang khawatir, namun semua kaum muslim di dunia merasakan duka yang mendalam. Sugeng tindak kiai. Alfatehah. (*)

Diolah dari berbagai sumber.

 

 

Redaksi
Redaksi

Suluk.id merawat Islam Ramah serta mengajak beragama yang menggembirakan

Tags: KH Nawawi Abdul Jalil
Previous Post

Pesan KH Fathul Huda: Warga Nahdliyin Sudah Waktunya Mandiri Secara Ekonomi

Next Post

Kenangan Bersama Lim dan Cak Qodir

Related Posts

Sugeng Tindak KH Muhammad Thoifur Mawardi, Senyumnya Menyejukkan Ucapannya Menenangkan

Sugeng Tindak KH Muhammad Thoifur Mawardi, Senyumnya Menyejukkan Ucapannya Menenangkan

by Redaksi
August 19, 2025
0

Suluk.id, Tanah Purworejo berduka, langit-langit pesantren bersedih, dan hati ribuan santri ikut menangis ketika kabar wafatnya Syaikhina Abuya KH Muhammad...

Keteladanan Etika Dakwah KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy Dalam Perspektif Qaulan dalam Al-Qur’an

Keteladanan Etika Dakwah KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy Dalam Perspektif Qaulan dalam Al-Qur’an

by Abdur Rohman Assidiis
July 1, 2025
0

Kian hari kini, semakin banyak bermunculan pendakwah-pendakwah baru. Dengan berbagai metode dakwah yang mereka gunakan, tentu telah memberikan kesan warna...

Prabowo Subianto Dan Gagasan Kepemimpinan Islam : Dari Salahudin Al Ayubi Hingga Muhammad Al Fatih

Prabowo Subianto Dan Gagasan Kepemimpinan Islam : Dari Salahudin Al Ayubi Hingga Muhammad Al Fatih

by Redaksi
May 26, 2025
0

Oleh : Mujahidin Nur, Direktur Peace Literacy Institute Indonesia & Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri dan Antar Lembaga BKM (Badan...

Jejak Laskar Pangeran Diponegoro di Desa Mlorah Rejoso Nganjuk, Mbah Canthing dan Perang Jawa

Jejak Laskar Pangeran Diponegoro di Desa Mlorah Rejoso Nganjuk, Mbah Canthing dan Perang Jawa

by Mukani
April 21, 2025
0

Tumenggung Sri Moyo Kusumo adalah salah satu pejabat di Kerajaan Mataram Islam. Tugas utamanya adalah menikahkan masyarakat. Dia diperkirakan lahir...

Next Post
Kenangan Bersama Lim dan Cak Qodir

Kenangan Bersama Lim dan Cak Qodir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sosial Media

Terkait

Rektor UIN SATU Ungkap Belasungkawa atas Wafatnya Affan, Ajak Semua Pihak Menjaga Kondusifitas

Rektor UIN SATU Ungkap Belasungkawa atas Wafatnya Affan, Ajak Semua Pihak Menjaga Kondusifitas

August 31, 2025
Muskercab PCNU Kabupaten Madiun Canangkan Empat Program Strategis

Muskercab PCNU Kabupaten Madiun Canangkan Empat Program Strategis

August 30, 2025
Diskusi Mahasiswa STIT UW Jombang, Tanggung Jawab Sosial Jadi Tugas Berat Mahasiswa

Diskusi Mahasiswa STIT UW Jombang, Tanggung Jawab Sosial Jadi Tugas Berat Mahasiswa

August 30, 2025
Suluk.id - Merawat Islam yang Ramah

Suluk.id termasuk media alternatif untuk kepentingan dakwah. Dengan slogan Merawat Islam Ramah serta mengajak beragama yang menggembirakan.

Suluk.ID © 2025

  • Redaksi
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kerjasama
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ngilmu
  • Pitutur
  • Kekabar
  • Panutan
  • Pepanggen
  • Kirim Tulisan

Suluk.ID © 2025