Suluk.ID – Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Lailatul Ijtima MWCNU Diwek, Perkuat Pemahaman Aswaja dan Konsolidasi Jam’iyah

Redaksi
· Diperbarui 14 January 2026

Jombang – Lailatul ljtima’ digelar kembali oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek. Acara digelar di Masjid Al-Marghibani Desa Bulurejo, Selasa (13/1) malam. Kegiatan dihadiri ratusan jamaah.

Tampak hadir jajaran pengurus MWCNU, pengurus ranting, badan otonom NU dan pengurus lembaga NU. Termasuk juga para tokoh masyarakat dan warga setempat.

Rangkaian acara dimulai selepas shalat Isya berjamaah. Kegiatan dibuka dengan pembacaan tahlil dan istighotsah. Kemudian dilanjutkan dengan shalawat Nabi Muhammad Saw.

Ketua Ranting NU Bulurejo, KH. Abdul Rohman, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Ranting NU Bulurejo. “Terutama masyarakat Bulurejo yang telah membantu menyediakan tempat serta mendukung penuh terselenggaranya kegiatan Lailatul Ijtima’ sehingga dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Diwek atas kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. “Semoga membawa berkah bagi kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Diwek, KH. Hamdi Soleh, mengajak warga NU untuk terus memaknai dan merawat tradisi NU yang diwariskan para masayikh. “Kita lahir dan dibesarkan di NU, maka tradisi ini harus kita rawat dan jaga bersama,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Lailatul Ijtima’ merupakan warisan ulama sejak era KH. Hasyim Asy’ari. “Dan terus dilestarikan hingga sekarang sebagai sarana konsolidasi organisasi, penguatan sanad keilmuan dan pemersatu warga Nahdliyin,” tambahnya.

Pelaksanaan Lailatul Ijtima’ di bulan Rajab, lanjutnya, memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bulan-bulan lainnya. “Sehingga momentum ini patut disyukuri dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kebersamaan kita,” imbuhnya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, Wakil Ketua PCNU Jombang KH. Nurul Fuad mengutip isi kitab At-Tibyān karya KH Hasyim Asy’ari. “Beliau menekankan pentingnya membiasakan dan menjaga amal-amal kebaikan,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan bahwa tradisi keagamaan seperti Lailatul Ijtima’ menjadi sarana penting untuk menumbuhkan semangat berbuat baik. “Terutama dalam memperkuat akhlak serta menjaga keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi Lailatul ljtima yang rutin digelar MWCNU Diwek. “Semoga makin memperkuat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Diwek,” pungkasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa. Selama acara berlangsung, jamaah mengikuti dengan tertib. (azlan)

kontributor: Azlan Adam, pengurus LTN MWCNU Diwek

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer