Suluk.ID โ€“ Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Mbah Bolong: Kemuliaan Pemimpin Jadikan Kebaikan Masyarakat

Mukani

Jombang – Mustasyar PCNU Kabupaten Jombang KH Nur Hadi (Mbah Bolong) memberikan tausiyah pada doa bersama dan tasyakuran satu tahun masa jabatan bupati dan wakil bupati Jombang, Jumat (20/2) sore. Kegiatan digelar di Pendopo Jombang.

Kegiatan dihadiri Forpimda, anggota DPRD, para pejabat pemerintahan dan para camat. Tampak hadir para kepala sekolah, dunia perbankan dan kepala desa di Jombang.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama (istigosah). Sesi ini dipimpin KH Cholil Dahlan, Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan.

Bupati Jombang H Warsubi mengatakan tasyakuran ini sebagai wujud syukur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Satu tahun sudah dilewati dengan baik, sudah banyak penghargaan diraih Jombang,” ujarnya. “Baik tingkat provinsi maupun nasional,” imbuhnya.

Dirinya mengaku optimisme Jombang ke depan bisa menjadi lebih baik. “Tinggal empat tahun ini, kami mohon doa dan sinergi dari seluruh masyarakat agar pembangunan di Jombang makin maju dan sejahtera untuk semua tidak sekedar menjadi slogan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Jombang, KH Salmanuddin Yazid. Pria akrab disapa Gus Salman ini mengaku tugas berat dalam melaksanakan tugas. “Tiap hari yang namanya fitnahan dan berita jelek selalu ada,” ujarnya.

Dirinya mengaku akan terus kompak dan membersamai Bupati Jombang dalam mengemban amanat. “Maka kami mohon doa restu dari semuanya, agar tahun kedua hingga tahun terakhir kami bisa menyelesaikan tugas ini,” imbuhnya.

Saat menyampaikan tausiyah, Mbah Bolong menegaskan tasyakuran sebagai penambah semangat untuk memajukan Jombang. “Apalagi dilaksanakan di hari Jumat dalam bulan suci Ramadhan ini,” ujarnya.

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh ini menambahkan, kisah kekuatan seorang pemimpin harus dimulai dari berdoa. “Karena inti ibadah itu adalah meminta kepada Allah,” imbuhnya.

Dia mengakui mengemban amanat memang berat. “Tapi kemuliaan pemimpin yang memperoleh hidayah akan menjadikan masyarakat rusak makin jadi baik,” imbuhnya.

Dirinya mencontohkan banyak lokalisasi di Surabaya yang ditutup bukan oleh ustadz. “Tapi karena keberanian seorang pemimpin bernama Walikota, sehingga kemaksiatan bernama lokalisasi ditutup semua di sana,” bebernya.

Dia berharap agar kepemimpinan Abah Warsubi-Gus Salman bisa terus mengabdi bagi kemajuan Jombang. “Sehingga masyarakat Jombang menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Selama acara berlangsung, para hadirin mengikuti dengan tertib. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan buka bersama. (muk)

kontributor: Mukani, tim LTN MWCNU Kecamatan Diwek

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer