Ribuan Jamaah Antusias Hadiri Pengajian Seloso Legi

Redaksi · Editor
· 2 menit baca · Diperbarui 1 January 2026

JOMBANG – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek menggelar pengajian rutin Seloso Legi. Berlokasi di Masjid Babussalam Dukuh Pundong, acara dihadiri ribuan jamaah, Selasa (30/12).

Tampak hadir Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek beserta pengurus. Termasuk Kepala Desa Pundong, Camat Diwek, Kapolsek dan Danramil.

Ketua Ranting NU Desa Dukuh Pundong, Abdul Ghofur, memberikan apresiasi kepada hadirin atas partisipasinya. “Walau rutin diadakan, antusias masyarakat tetap tinggi,” ujarnya.

KH. Hamdi Sholeh, ketua tanfidziyah MWCNU Diwek, mengajak hadirin istikomah mengikuti kegiatan. “Pengajian Selasa Legi, pengajiane wong NU.
Perjuangan NU berat. Tapi tidak lebih berat dari melawan diri sendiri,” ujarnya.

Dalam pengajian kitab At-Tahdzib, KH. Hamdi Sholeh menjelasakan tetang syarat wajib puasa dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Hal ini disampaikan agar hadirin berhati-hati dalam melakukan ibadah. “Ayo walau sedikit, rutin dan istiqamahlah, walau sedikit,” pungkasnya.

Rais Syuriah MWCNU Diwek, KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), dalam mauidhah hasanahnya menguti hadits dari Kholil bin Ahmad. “Ada empat jenis orang di dunia ini, yang kita wajib berhati-hati,” ujarnya.

Pertama, lanjutnya, orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. “Maka ikutilah orang seperti itu,” jelasnya.

Kedua adalah orang berilmu, tapi tidak mengamalkan ilmunya. “Jenis ini seperti orang yang tidur,” ucapnya.

Ketiga adalah orang tidak berilmu, tapi menyadari keadaan dirinya dalam kebodohan. “Maka tugas kita tunjukkanlah jalannya,” pesannya.

Keempat, imbuhnya, adalah orang bodoh, tapi tidak menyadari dirinya. “Ini harus kita jauhi orang yang seperti ini,” pesannya.

Di tengah acara pengajian, juga dibagikan gambar logo NU kepada pengurus masjid dan mushalla di Kecamatan Diwek. Para hadirin tampak antusias karena juga ada sesi tanya jawab dari materi yang sudah disampaikan KH Hamdi Sholeh dan Mbah Bolong.

Rangkaian acara diakhiri dengan doa penutup. Tampak para hadirin mengikuti dengan tertib dan khusyu. (ani)

Kontributor: Ani Tazkiyatum, pengurus LTN MWCNU Diwek

Artikel Terkait

Diskusi

Tinggalkan Komentar

Artikel Populer

Iklan