Suluk ID – Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Serahkan SHU, BMTNU Wujudkan Sinergi Pemberdayaan Ekonomi

Redaksi

Jombang – Sisa hasil usaha (SHU) dari Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) diserahkan kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bulurejo. Kegiatan dirangkai dengan Halal Bihalal ini digelar di Masjid Al-Marghibani Bulurejo, Selasa (7/4) malam.

Kegiatan juga dihadiri para pengurus dan anggota PRNU Desa Bulurejo bersama banom dan para jamaah anggotanya. “Ini juga sebagai bentuk sinergi dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Shodiq, Kepala BMTNU Wilayah Diwek.

Dia mengaku hadir bersama pengelola BMT NU Diwek lainnya. Termasuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Bulurejo.

“Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan,” ujarnya. “Tetapi juga memajukan ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan sholawat Nabi. Ketua PRNU Bulurejo Abd Rohman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi luhur yang harus terus dijaga. “Ini sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen kita dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kebersamaan dan kekompakan seluruh pengurus serta warga. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga soliditas dan keharmonisan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Penyerahan SHU dilakukan secara simbolis oleh Kepala BMT kepada Ketua PRNU Bulurejo sebagai bentuk kontribusi nyata lembaga ekonomi umat terhadap organisasi. Shodiq mengakui penyerahan SHU ini adalah bentuk komitmen BMTNU untuk terus bersinergi dengan NU dalam membangun kesejahteraan masyaraka

Penyerahan SHU ini disambut baik oleh seluruh peserta yang hadir. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keagamaan dan ekonomi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Saat menyampaikan mauidhah hasanah, KH. Muhammadu Ya’qub menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah spiritual dan ikhtiar ekonomi.

“Umat Islam harus mampu mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Dia berharap ke depan BMTNU sebagai lembaga keuangan syariah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha secara halal dan berkelanjutan.

β€œEkonomi yang kuat akan mendukung dakwah yang lebih luas, kita harus terus mengembangkan lembaga ekonomi seperti BMTNU agar mampu menjadi penopang kesejahteraan umat,” jelasnya.

Pengasuh Pesantren Urwatul Wutsqo Bulurejo ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran, amanah dan profesionalitas dalam mengelola usaha. “Sehingga keberkahan dapat dirasakan oleh seluruh pihak,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan terkait pemanfaatan SHU yang telah diterima oleh PRNU Bulurejo.

Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari awal hingga akhir.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Akhirizein. (kho)

kontributor: H Khoirul Umam, Ketua LPT MWCNU Diwek

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer