Saturday, August 30, 2025

Tag: Rejoso

GP Ansor Rejoso Siap Teruskan Berdaya dan Digdaya

Suluk.id, Nganjuk – Regenerasi demi kemajuan niscaya bagi sebuah organisasi. Kepengurusan tiga tahun ke depan akan diwarnai loyalitas pengurus baru sebagai kader penerus. Itu yang sedang dialami Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Rejoso. Badan otonom kepemudaan NU ini menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) XIV, Jumat (22/8). Kegiatan berlokasi di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rejoso. Agenda ini mengusung tema ...

Read moreDetails

Perkokoh ldeologi Aswaja dan Khidmah NU, Gelar Silatcam 

Suluk.id, Nganjuk - Para alumni pelatihan kader penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Rejoso menggelar Lailatul ljtima, Senin (4/8) malam. Berlokasi di Masjid Baitussalam Desa Wengkal, kegiatan ini bertajuk silaturahmi kecamatan (Silatcam). Tampak hadir jajaran pengurus MWCNU Rejoso. Termasuk kepala desa Wengkal Catur Totok Winarko, yang memang alumni kader penggerak NU. Lailatul ijtima ini rutin digelar setiap hari Senin Pon malam Selasa Wage. Lokasinya berpindah-pindah ...

Read moreDetails

Geliat Ranting NU Desa Wengkal Jelang Maulid Nabi

Suluk.id, Nganjuk - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Wengkal Kecamatan Rejoso mulai menggeliat kembali. Terutama menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Ini terlihat setelah digelar rapat kerja, Selasa (29/7) malam. Berlokasi di Masjid Baitussalam Desa Wengkal, banyak pengurus dan anggota NU hadir. Mulai jajaran syuriah maupun tanfidziyah. "Rapat kerja yang membahas tentang kegiatan rutin tiap tahun ini sekaligus pembentukan Panitia peringatan Maulid Nabi," ujar ...

Read moreDetails

Studi Tiru dan Gagas Kolaborasi Para Pegiat Literasi

JOMBANG - Pengurus Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek menggelar Silaturahmi Literasi, Minggu (29/6). Acara diwujudkan studi banding ke LTN MWCNU Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Rangkaian kegiatan juga melakukan ziyarah ke makam Pakuncen di Patianrowo Nganjuk. Termasuk rihlah ke Semantok, bendungan terpanjang di Asia Tenggara. Ketua LTN MWCNU Rejoso Ika Nuryani merasa bahagia dapat menerima kunjungan dari LTN ...

Read moreDetails

Fatayat NU Rejoso Gelar Rutin, Solidkan Anggota dan Istikomah Cari Ilmu

Suluk.id, Nganjuk - Sedikitnya 100 peserta menghadiri pengajian rutin di Masjid Baitul Mukminin Desa Sidokare, Minggu (8/6). Acara digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Rejoso. Kegiatan ini menghadirkan Kiai Rohmat Udin memberikan mauidzah hasanah. Acara juga dihadiri perangkat desa, takmir masjid dan Forkopincam Rejoso. Tentu juga sekitar 100 hadirin para pengurus PAC Fatayat NU Rejoso dan ranting seluruh kecamatan Rejoso. Rangkaian kegiatan dimulai dengan ...

Read moreDetails

Gelar Musker, Ranting NU Sukorejo Perkuat Program Kerja

Suluk.id, Nganjuk - Sedikitnya 40 pengurus Ranting NU Sukorejo Kecamatan Rejoso yang terdiri dari para pengurus ranting, banom dan lembaga berkumpul, Minggu (4/5/) di kediaman lmam Hambali, ketua ranting NU Sukorejo untuk memperkuat realisasi program kerja yang sudah disusun sebelumnya ranting NU Desa Sukorejo. Kiai Muhammad Musta'in, selaku Rais Syuriah Ranting NU Sukorejo membuka acara dengan do'a bersama dan tahlil. Pada kesempatan sambutannya, ia menyampaikan ...

Read moreDetails

Revitalisasi Program Kerja,MWCNU Rejoso Gelar Musyawarh Kerja

Suluk.id, Nganjuk - Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU Rejoso digelar Minggu (27/4). Acara digelar di balai desa Musir Lor dengan sedikitnya 150 peserta menghadiri agenda tersebut. Kegiatan dihadiri perwakilan ranting NU dari seluruh kecamatan Rejoso. Termasuk pengurus MWCNU Rejoso beserta banom dan lembaga di dalamnya. Tampak hadir pula sebagai tamu undangan Dr H Riduwan, wakil ketua PCNU Nganjuk dan jajaran Forkopimcam Kecamatan Rejoso. Rangkaian kegiatan dibuka ...

Read moreDetails

Mbah Canthing dan Sejarah Desa Mlorah

Oleh: Mukani - Dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan Belanda ke Sulawesi tahun 1830, banyak anggota laskarnya meneruskan perjuangan tidak dengan perjuangan fisik. Namun dengan merubah strategi perlawanan untuk menyebar dan berdiaspora dalam meneruskan kaderisasi. Mereka melakukan perlawanan secara kultural. Menurut Zainul Milal Bizawie dalam buku Jejaring Ulama Diponegoro (2019), mereka melakukan gerakan literasi dan memperkuat pemahaman keagamaan terhadap masyarakat. ...

Read moreDetails

Sosial Media

Terkait