Trenggalek – Pelatihan Bahasa Arab dengan Metode Alam digelar di Kampus 3 Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek, hari Jumat-Senin (16-19/1/2026). Pelatihan diikuti 80 peserta. Mereka merupakan para guru dari wilayah Kabupaten Trenggalek.
Pelatihan angkatan 52 ini menghadirkan Dr Muhammad Nur Alam Fajar Syam sebagai narasumber. Pria berkacamata ini penyusun dari Metode Alam.
“Dengan pelatihan bahasa Arab Metode Alam ini, pelajaran bahasa Arab yang dipelajari bertahun-tahun dapat dikuasai hanya dalam dua hari saja,” ujarnya. “Terlebih memahami bahasa Arab adalah kunci utama seorang santri memahami ilmu agama Islam,” imbuhnya.
Metode Alam ini, lanjutnya, mengajarkan cara memahami nahwu dengan waktu yang sangat singkat. “Sehingga bisa menjadi alternatif metode belajar kaidah bahasa Arab,” imbuh guru SMAN 4 Blitar ini.
Dia menambahkan bahwa Metode Alam adalah singkatan dari Ajaib, Lugas, Asyik dan Mudah. “Materi pada metode ini juga sangat lugas, karena to the point pada materi yang dibutuhkan para siswa untuk langsung memahami i’rob,” jelasnya.
Hal ini diakui Wakil Direktur MBS Trenggalek, Nanang Nurcahyanto. “Saya selaku Wakil Direktur MBS bidang Pengasuhan merasa sangat terkesan dengan Metode Alam yang diajarkan. “Metode ini disampaikan dengan cara yang cepat, lugas dan tidak membosankan, sehingga anak-anak tetap enjoy mengikuti pelatihan,” ujarnya.
“Bahkan hanya dalam waktu dua hari, para santri sudah menunjukkan kemampuan yang signifikan dalam memahami dan mempraktikkan i‘rab,” imbuhnya. “Ini sebuah metode yang efektif, aplikatif dan sangat layak untuk diterapkan di lembaga pendidikan Islam,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Rifqi Ja’far Tholib. Dirinya mengakui Metode Alam sebagai salah satu cara belajar bahasa Arab dalam waktu singkat dan mudah,. “Juga cocok meski untuk orang yang sudah tua di atas 70 tahun,” katanya.
Sedangkan Anang Wahid, pimpinan MBS Trenggalek, mengakui Metode Alam sangat menyenangkan. “Metodenya efisien, sangat bermanfaat dan cepat saat para peserta hendak menguasai gramatika bahasa Arab,” pungkasnya. (muk)