Suluk.ID – Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Liburan Bukan Alasan Vakum Belajar, Mentor Tahfidz Hadis Tegaskan Pentingnya Dialektika Hadis di El Himmah

Tulungagung_ Divisi Tahfiz Hadis Komunitas El Himmah (Komunitas Pengkaji Al-Qur’an, Hadis, Turats, dan Wacana Keislaman) menggelar kegiatan MAHARAH (Musyawarah Hadis Arba‘in Nawawi al-Masyhurah) dengan fokus pada Kitab Jawahirul Lu’luiyyah, khususnya hadis nomor 10 tentang Sabab Ijabat al-Du‘a’, Jumat, (30/01/2026).

Kegiatan dilaksanakan secara online lewat kanal Zoom. Program ini ditujukan bagi kader komunitas sebagai ruang pendalaman hadis di tengah masa liburan, dengan A. Misbakhul Amin, eks Ketua Umum El Himmah periode 2025—bertindak sebagai mentor. Inisiatif ini dihadirkan sebagai respons atas kecenderungan sebagian pelajar yang mengendurkan aktivitas intelektual selama liburan.

Melalui forum MAHARAH, El Himmah ini menegaskan pilihan sikap untuk tetap menghidupkan tradisi keilmuan. Di saat sebagian orang memaknai liburan sebagai jeda total dari rutinitas belajar, El Himmah justru memanfaatkannya untuk penguatan literasi hadis. Kegiatan tidak hanya menjadi forum membaca teks, tetapi juga ruang musyawarah, klarifikasi makna, serta kontekstualisasi kandungan hadis dalam kehidupan keagamaan kontemporer.

Dalam pembelajaran, A. Misbakhul Amin menekankan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk komitmen moral-intelektual terhadap komunitas.

“Walaupun secara struktural saya sudah tidak menjabat sebagai ketua dan telah purna tugas, di komunitas ini saya selalu semangat berdiskusi dan berdialektika,” ujarnya.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa kajian hadis klasik kerap dipersepsikan kurang relevan di era modern. Menurutnya penilaian semacam itu perlu dilihat secara lebih proporsional.

“Mungkin banyak pihak menganggap kajian seperti ini ketinggalan zaman, tetapi bagi saya ini bukan soal tertinggal atau tidak, melainkan soal menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam, ini adalah bagian dari pertarungan pelestarian khazanah keislaman, pengembangan kultur pemikiran, dan upaya mewacanakan ekosistem intelektual yang terarah,” tegasnya.

Kegiatan MAHARAH menunjukkan bahwa komunitas keilmuan Islam di tingkat akar rumput tetap memiliki vitalitas. Di tengah arus digital dan perubahan pola belajar generasi muda, forum semacam ini menjadi contoh bagaimana tradisi hadis dapat dihadirkan secara adaptif. El Himmah melalui program tahfiz dan musyawarah hadisnya memperlihatkan bahwa liburan tidak selalu identik dengan kevakuman intelektual, tetapi dapat menjadi ruang produktif untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat kultur diskusi ilmiah.

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer