Suluk ID – Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Temu Alumni dan Launching Ngaji Online Pondok Khoiriyah Hasyim Seblak Dihadiri dari Mancanegara

Mukani

JOMBANG – Sedikitnya 250 alumni memadati aula Madrasah Aliyah, Jumat (15/5). Mereka menghadiri Temu Alumni Pondok dan Madrasah Khoiriyah Hasyim Seblak Diwek. Tidak hanya alumni dari Jawa Timur yang datang, tapi juga dari Jakarta, Kalimantan Timur dan Jawa Tengah. Termasuk satu keluarga dari Malaysia.

Hj Mimin Mintarsih yang tinggal di Kuala Lumpur datang bersama keluarganya. “Saya alumni Pesantren Seblak sejak kelas 5 madrasah ibtidaiyah (MI) di tahun 1982,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang lstimewa (PCI) Muslimat NU Malaysia ini mengakui setelah lulus MI Seblak, dia melanjutkan ke MTs dan MA Seblak. “Saya 14 tahun menimba ilmu di Pesantren Seblak ini, karena setelah lulus Aliyah Seblak saya lanjut ke S-1 di Universitas Hasyim Asyari Tebuireng,” imbuhnya.

Perempuan berkacamata ini mengakui setelah akad nikah, dia masih mondok selama tiga tahun di Pesantren Seblak. “Satu-satunya lokasi mondok saya ya di Seblak,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua panitia Hj Aisyah Lilia Agustini menjelaskan temu alumni kali ini juga berbagi cerita alumni sukses. “Ada Profesor Nurul Hanani yang berbagi kiat suksesnya menjadi alumni pesantren hingga berhasil menjadi guru besar di UIN Syaikh Wasil Kediri,” ujarnya.

Perempuan dua putri ini menambahkan acara trmu alumni juga dilakukan launching. Ngaji Online. “Ini digelar agar para alumni tetap dekat dengan pengasuh. Begitu juga sebaliknya, pengasuh tetap dekat para alumni yang tetap merasa menjadi santri,” tanbahnya.

Ngaji Online, lanjutnya, menunjukkan alumni santri tidak gagap teknologi. “Tapi justru menggunakan kecanggihan teknologi untuk mentradisikan mengaji,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Hj Nuryati Murtadho, ketua Majelis Alumni Seblak (MAS) Pusat. Perempuan asli Jakarta ini menandaskan Ngaji Online akan dimulai Juni 2026 depan. “Nama kitabnya akan ditentukan oleh ibu pengasuh,” ujarnya.

Kebiasaan mengaji, imbuhnya, menegaskan santri diajari gurunya untuk berkarakter mulia dan peduli sosial. “Tidak heran di MAS ada program kakak asuh yang membantu dukungan pendidikan kepada 50 beasiswa kepada murid MI, MTs dan MA di sini,” imbuhnya.

Dia berharap para santri dan alumni terus menjaga nama baik almamater. “Caranya dengan mengabdi kepada bangsa dan negara, terutama di masyarakat sekitar,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Pesantren Seblak H Fardan Hamdani berharap temu alumni dijadikan tali ikatan persaudaraan. ” Karena hakikat alumni adalah kita sama-sama dilahirkan dari almamater yang sama,” ujarnya.

Pria berkacamata ini menegaskan pihaknya menjadi lembaga yang dipercaya dalam mendidik putra-putri para alumni. “Sebagaimana dulu orangtua alumni menitipkan ke Seblak sini untuk menuntut ilmu,” pungkasnya.

Rangkaian temu alumni ditutup dengan ziyarah makam Pesantren Seblak. Selama kegiatan, para peserta mengikuti dengan khidmat. (muk)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer