Tulungagung, 10 Juli 2026_ Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sukses menggelar Lentera Fest 2026, sebuah event yang bergerak di bidang penanganan dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Even yang berlangsung selama satu minggu ini digelar secara hybrid, dengan menyasar guru bimbingan konseling (BK) dan siswa tingkat SLTP di Kabupaten Tulungagung.
Ketua pelaksana Lentera Fest 2026, M. Abiyyu Dwi Nugroho menyampaikan bahwa even ini lahir dari keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan berbasis gender mulai dari perundungan, perundungan siber, hingga kekerasan seksual yang menimpa remaja usia SMP. Menurutnya, anak-anak di usia tersebut umumnya belum memiliki keberanian maupun bekal pengetahuan untuk bersuara dan melawan kekerasan yang mereka alami. Fakta ini menjadi kekhawatiran utama Mahasiswa KPI dalam merespons kondisi sosial kekinian.
Berangkat dari keresahan tersebut Lentera Consultants akhirnya hadir. Dengan awal peluncuran lomba film pendek bertajuk “Lentera Short Movie Competition”, sejumlah siswa SLTP se-Karesidenan Kediri dihadirkan secara online guna mengikuti rangkaian kegiatan. Panitia juga mengagendakan kompetisi produksi film di tingkat SLTP. Pengawalan agenda ini dilaksanakan secara komprehensif dan inklusif.
Selain menggelar kompetisi film, panitia turut menyasar tenaga pendidik lewat Workshop Penanganan Kekerasan Berbasis Gender secara ofline di SMP Negeri 2 Sumbergempol Tulungagung. Workshop yang dilaksanakan pada 11 Juni 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat SLTP se-Tulungagung dengan Mahasiswa KPI UIN SATU Tulungagung. Dengan menghadirkan Ana Abdillah, Direktur Woman Crisis Center (Komunitas Penyintas Kekerasan Berbasis Gender) sebagai pemateri, tampak peserta yang hadir mengikuti kegiatan secara khidmah.
Rangkaian even ini akhirnya bermuara pada puncak acara yang digelar di Auditorium Gedung Prajnaparamita UIN SATU Tulungagung pada 9 Juli 2026. Kegiatan utama adalah Lentera Talkshow dan Grand Final Lentera Short Movie Competition. Lentera Talkshow menghadirkan Dwi Yanuarti, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tulungagung serta Irfana Soleha, Dosen UIN SATU Tulungagung sebagai pemateri. Kegiatan menjadi lebih seru ketika rangkaian memasuki agenda Grand Final Lentera Short Movie Competition. Dalam sesi ini, panitia menayangkan karya lima tim finalis, yaitu Titikta Cinema, Astakara, Masekosi, Cakrawala Teather, dan Konkreat Arpega. Penilaian dilakukan secara langsung oleh dua Juri yang berkompeten di bidang produksi film dan sinematografi. Keduanya adalah Agus Widodo dan Mohammad Khadziqun Nuha.
Melihat keseluruhan rangkaian acara tersebut, Abiyu dan anggotanya yang tak lain adalah Tim Lentera Consultant selaku kelompok mata kuliah Manajemen Humas terlihat sangat berupaya menghadirkan penanganan kekerasan berbasis gender secara menyeluruh. Dengan pendekatan tersebut, panitia berharap tercipta standar penanganan kasus kekerasan berbasis gender yang lebih baik, sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.