Jombang – Halal bi halal dan diskusi digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika-PMII) Jombang, Sabtu (11/4) sore. Hadir sebagai pemateri Prof Dr Amir Maliki Abitolkhah (Rektor Universitas Darul Ulum), Dr Yusuf Suharto (Mudir Ma’had Aly Denanyar), Mochamad Muchlis (Sekretaris BMTNU), Zulfikar Damam Ikhwanto (KBIH Thoriqul Jannah) dan Yoyok (polotisi).
Acara digelar di Aqobah International School (AIS) Ngoro ini dihadiri ratusan aktivis dari Jombang. Di antaranya Udi Masjkur (Ketua KPUD), Rohmadi (Ketua KNPI), Zainuddin (Baznas), Ali Makhrus (Ketua PC GP Ansor Madiun), Romza (KPUD Nganjuk) dan sebagainya.
Pengasuh AIS KH Junaidi Hidayat mengapresiasi kegiatan ini. “Sebagai bukti bahwa pengkaderan aktivis pergerakan di Jombang masih berjalan,” ujarnya.
Dia berharap para aktivis memiliki keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. “Dari semua lini, yang harus disertai dengan kecerdasan juga,” imbuhnya.
Prof Amir Maliki menegaskan hal yang sama. “Banyak jaringan yang bisa digunakan para aktivis di Jombang dalam mengembangkan diri,” paparnya.
Rektor Undar ini menambahkan peran aktif para aktivis tetap dibutuhkan bagi kemajuan bangsa. “Tidak hanya di bidang politik, bisa di bidang ekonomi, pendidikan, peran sosial maupun lainnya,” tandasnya.
Dr Yusuf Suharto menambahkan peran sosial itu bisa diwujudkan dengan meningkatkan kapasitas diri lewat jalur pendidikan. “Di Jombang sudah berdiri beberapa ma’had aly yang bagus sesuai fokus keilmuan yang diinginkan,” katanya.
Dia mencontohkan Ma’had Aly Tebuireng yang fokus di bidang hadits. Ma’had Aly Paculgowang fokus di bidang tasawuf. “Di Ma’had Aly Denanyar fokus fikih, kalau di Peterongan fokusnya di al-Quran, itu semua bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan pendidikan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Muchlis yang mengajak para aktivis mengembangkan perekonomian melalui BMTNU Jombang. “Sudah lebih dari 8.000 anggota yang bergabung, ini potensi besar di Jombang,” jelasnya.
Yoyok juga menawarkan peserta berkecimpung di dunia politik. “Yang penting jejaring itu harus diperluas, agar berpolitik yang bermartabat,” ujarnya.
Selama kegiatan peserta mengikuti dengan seksama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah yang disampaikan KH Abdussalam Sohib, pengasuh Pesantren Denanyar. (muk)