Jombang – Pelatihan Guru Transformasi Digital Pembelajaran Melalui Google Workspace for Education digelar Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Diwek, Rabu-Kamis (12-13). Sebanyak 460 peserta mengikuti acara yang digelar di Gedung C Lantai 3 Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng ini.
Para peserta, menurut ketua KKMI Diwek Adi Purnomo, berasal dari para guru MI di wilayah Kecamatan Diwek yang sudah lulus sertifikasi guru. “Pelatihan digelar dibagi menjadi dua gelombang, hari Rabu dan Kamis,” ujarnya.
Dia menambahkan kegiatan ini digelar agar guru makin inovatif, kolaboratif dan produktif. “Terutama di era digital seperti sekarang,” tambahnya.
Pria yang juga kepala MI Islamiyah Bendet ini menegaskan peran guru dalam pembelajaran sangat penting. “Pelatihan ini mendorong agar guru bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya dalam pembelajaran di madrasah masing-masing,” ucapnya.
Kegiatan ini diapresiasi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang. Salah satu pengawas, Saiful Hadi, mengharapkan semua peserta tidak ketinggalan dalam masalah teknologi. “KKMI Diwek merupakan pelopor utama dalam pelatihan transformasi digital pembelajaran iji,” ujarnya.
Setelah kegiatan ini, lanjutnya, tidak ada guru yang tidak bisa dalam hal teknologi. “Dan setelah kegiatan ini harus diterapkan di madrasah masing-masing,” pintanya.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Unhasy, Khoirul Umam. Dia menuturkan orang yang mengelola lembaga pendidikan harus kober, gelem dan pinter. “Dan menjadi seorang pendidik harus mengikuti perubahan zaman,” pesannya.
Saat menyampaikan materi, Asriana Kibtiyah, menegaskan bahwa setiap keberhasilan ada tindakan pasangan. ” Kalau ingin mencapai hasil yang baik, kita harus melakukan perubahan,” ujarnya.
Setiap anak, menurutnya, memiliki jalur bawaannya sendiri menuju perkembangan psikologi yang sehat. ” “Hanya dengan mengikuti jalur masing-masing perkembangan psikologi inilah mereka dapat mencapai titik iklim yang sehat dan tidak semua orang memiliki jalur yang sama,” paparnya.
“Maka seorang guru harus bisa merubah cara pandang guru, cara mengajar, pemanfaatan tekhnologi dan makna yang diperoleh siswa,” tambahnya. Tranformasi, lanjutnya, terjadi ketika cara belajar anak berubah menjadi aktif, bermakna dan relevan. “Tugas seorang guru adalah menciptakan ruang pertumbuhan dan perkembangan bagi siswa,” paparnya.
Hal senada disampaikan narasumber kedua, Sharoni. Kepala MI Miftakhul Ulum Jatipelem ini lebih fokus dalam menjelaskan secara teknis cara penggunaan akun Google Workspace For Education (GWS).
Rangkaian kegiatan pelatihan ditutup dengan praktik penggunaan akun GWS. Terutana dalam pembuatan modul ajar dan perangkat pembelajaran lainnya. Tampak para peserta antusias mengikuti pelatihan sejak awal hingga selesai. (kha)
kontributor: Khusnul Khatimah, tim LTN MWCNU Diwek