Suluk ID โ€“ Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Kerukunan Umara-Ulama, Kunci Sukses Safari Ramadhan

Mukani

Jombang – Sedikitnya 300 peserta mengikuti penutupan Safari Ramadhan digelar di Masjid Baitul Muslimin Desa Keras, Senin (9/3) malam. Acara digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek.

Tampak hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Kepala Bakesbangpol Pemkab Jombang, Camat Diwek dan Forkopimcam. Termasuk kepala desa Keras beserta jajaran perangkatnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan shalat Isya dan tarwih berjamaah. Dilanjutkan dengan santunan anak yatim.

Apresiasi disampaikan Kepala Kemenag Jombang Dr H Muhajir. Dia berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.

“Kementerian Agama terus bertransformasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk kegiatan ini kami siap bersinergi,” ujarnya. “Silakan disampaikan langsung ke saya di kantor masukan-masukan demi perbaikan Kemenag Jombang,” pesannya. Pihak Kemenag Jombang juga memberikan donasi bagi pengembangan masjid.

Bupati Jombang juga mengapresiasi serupa. “Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk menyambut Lailatul Qodar,” ujar Bupati Jombang, sebagaimana dibacakan Kepala Bakesbangpol, Budi Winarno. “Mari kita jaga terus kerukunan dan ketenteraman di masyarakat, agar Ramadhan ini membawa berkah bagi kita semua,” imbuhnya.

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengakui kekompakan ulama dan umara dalam menggelar Safari Ramadhan. “Tiap tahun makin solid hubungan pemerintah kecamatan Diwek dan forkopimcam dengan jajaran ulama,” ujarnya.

Dirinya berharap tradisi membaca al-Quran yang sudah digelar selama Ramadhan bisa diteruskan setelah Lebaran. “Nanti kami berikan mushaf al-Qur’an kepada Camat, Kapolsek dan Danramil Diwek,” imbuhnya.

Dia berharap di kantor masing-masing bisa ditradisikan membaca al-Qur’an. “Agar Diwek makin berkah, bisa digilir membacanya oleh anak buah masing-masing,” pesannya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Nur Hadi (Mbah Bolong) mengakui di NU banyaj jalan menuju Allah. “Jadi jangan dibentur-benturkan satu sama lainnya,” katanya.

Mustasyar PCNU Jombang ini menekankan pentingnya keselarasan umara dan ulama. “Bahkan prostitusi besar di Kota Metropolis bernama Doly bisa ditutup karena soliditas pemerintah bernama Walikota yang didukung ulama,” ujarnya.

Dia berharap, kebersamaan ulama dan umara harus dipertahankan. “Menjaga ilmu dan ulama itu harus, tapi menjaga umara juga penting agar tetap baik,” pungkasnya. (muk)

kontributor: Mukani, LTN MWCNU Diwek

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer