Suluk ID – Merawat Islam yang Ramah Kirim Artikel

Resmikan Mushalla Ar-Rohman, Lailtul Ijtima’ PRNU Bulurejo Semarak

Muchamad Rudi C

Jombang – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Bulurejo-Kedaton kembali menggelar Lailatul Ijtima, Minggu (2/8). Kegiatan ini dirangkai dengan peresmian Mushalla Ar-Rohman.

Ratusan jamaah menghadiri kegiatan ini. Termasuk para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang KKN di Desa Bulurejo.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan khatmil Qur’an di pagi harinya. Sesi ini dipimpin Aam Ahmad, Ketua Lembaga Takmit Masjid (LTM) PRNU Bulurejo.

“Lailatul ljtima’ dan peresmian Mushala Ar-Rohman bukan sekedar agenda seremonial, melainkan hasil dari semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, pengurus dan banom NU yang ada,” ujarnya.

Kekuatan sebuah kegiatan keagamaan, lanjutnya, terletak pada gotong royong, kepedulian dan keikhlasan warga dalam mengambil peran. “Ketia semua bersatu dan saling mendukung, insya Allah kegiatan keagamaan akan terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Setelah jamaah shalat Isya, dilanjut dengan shalat-shalat sunnah, pengajian kitab hingga mauidhoh hasanah.

Pada sesi pengajian kitab kuninga disampaikan oleh Kiai Akhirizein. Pengajian tersebut memberikan penguatan wawasan keislaman kepada jamaah sekaligus menghidupkan kembali tradisi mengaji kitab di tengah masyarakat.

Kiai Akhirizein mengajak jamaah untuk tidak hanya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai rutinitas. “Tetapi juga sebagai sarana memperbaiki kualitas keimanan dan akhlak,” ujarnya.

Hal itu menurutnya bisa dilakukan dengan memperbanyak membaca sholawat Nabi. ” Ini sebagai sarana solusi terhadap semua permasalahan,” imbuhnya.

Tradisi mengaji dan berkumpul dalam majelis ilmu menurutnya perlu terus dirawat. “Agar generasi mendatang tetap memiliki keterikatan kuat dengan ajaran Islam dan tradisi pesantren,” tegasnya.

Kegiatan ini diapresiasi kepala desa Bulurejo, Supraptini. “Betapa indahnya kebersamaan dalam membangun kesalehan sosial melalui kegiatan lailatul ijtima’ seperti ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tanfidziyah PRNU Bulurejo, Abd Rohman. “Saya berharap keberadaan mushalla ini tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan shalat berjamaah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat,” pintanya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, Mustasyar PCNU Jombang KH Hamdi Sholeh mengajak jamaah menjadikan masjid dan mushalla sebagai pusat pembentukan karakter umat. “Kemakmuran sebuah mushalla tidak hanya diukur dari bangunannya yang bagus, tetapi juga dari seberapa banyak masyarakat yang memakmurkannya dengan ibadah, pengajian, pendidikan dan kegiatan sosial,” jelasnya.

Kiai yang juga Ketua MWCNU Diwek ini berpesan agar jangan sampai mushalla hanya ramai ketika diresmikan. Setelah itu justru sepi. ” Mushalla ini harus terus dihidupkan dengan shalat berjamaah, pengajian, kegiatan anak-anak dan berbagai kegiatan positif masyarakat,” pintanya.

Dirinya juga berpesan agar jamaah dimudahkan hisab dan jalan menuju surga. ” Yaitu dengan memberi orang yang bakhil, menyambung tali persaudaraan dan memaafkan orang yang suka menyakiti,” pungkasnya. (kho)

kontributor: H Khoirul Umam, Rais Syuriah PRNU Bulurejo

Muchamad Rudi C
Ditulis oleh

Muchamad Rudi C

Islamic digital activist. Mugi Barokah Manfaat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Topik Populer