Jombang – Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula digelar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupatan Jombang. Acara digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (3-5/7), berlokasi di Pondok Pesantren Al-Hikam Jatirejo Kecamatan Diwek.
Saat pembukaan acara, Sabtu (4/7) pagi, tampak hadir perwakilan Rijalul Ansor Wilayah Jawa Timur, Ketua PC GP Ansor Jombang, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek, semua ketua PAC GP Ansor se-Jombang dan utusan badan otonom (banon) NU, seperti Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU. Tampak juga perwakilan Kecamatan Diwek, Kapolsek dan Danramil Diwek.
Sebanyak 68 peserta mengikuti PKD dan 10 mengikuti Dirosah Ula. “Mereka semua dari seluruh pimpinan anak cabang (PAC) yang ada di Kabupaten Jombang,” ujar M Hasib Al-Isbily, ketua panitia.
Dia menambahkan persiapan kegiatan hanya satu bulan. “Semoga 5-10 tahun yang mengikuti kegiatan ini akan memimpin Ansor di Jombang,” lanjutnya.
Ketua PC GP Ansor Jombang Taufiqi Fakkaruddin Assilahi menjelaskan proses kaderisasi bisa terus maksimal. “Intisari pelatihannya semoga dapat dan aksinya bagi organisasi juga jelas,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Fiqi ini menuturkan, hasil nyata PKD ini mampu mewujudkan kader penggerak yang inovatif. “Sehingga Ansor sejak ranting terus bergerak dengan standar kualitas,” tandasnya.
Harapan senada disampaikan KH Hamdi Sholeh, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek. “Ini luar biasa, para peserta harus tetap semangat,” ujarnya.
Dirinya berharap para peserta totalitas dalam berorganisasi lewat Ansor. “Semoga Ansor Diwek bisa menjadi contoh bagi Ansor di kecamatan lain,” imbuhnya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Nur Hadi berpesan agar para peserta mampu mempraktekkan ilmu dari pelatihan ini bagi kemajuan organisasi. “Terutama tetap mencari keberkahan lewat organisasi,” imbuhnya.
Kiai akrab disapa Mbah Bolong ini menambahkan, kader Ansor harus bisa menjadi
munadzim. “Mampu menata organisasi menuju lebih baik secara administrasi,” ujarnya.
Mustasyar PCNU Jombang ini juga menegaskan perlunya sosok muwahid dalam diri kader Ansor. “Harus bisa menjadi pemersatu di masyarakat, bukan malah mengadudomba,” pesannya.
Mbah Bolong juga mendorong peserta agar menjadi mujadid. “Harus jadi kader yang memiliki terobosan-terobosan baik bagi organisasi,” ucapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh ini juga menegaskan kader Ansor harus memiliki karakter sebagai murobi dan mujahid. “Harus memiliki nilai pendidikan dan terus berjuang bagi kemajuan Ansor,” pungkasnya. (muk/ram)