Syaikhina Maimoen Zubair pernah ndrodog (merasa gemetar), saat berkunjung ke Kuncen Padangan. Itu terjadi kala beliau berusia 17 tahun, tepatnya pada 1945 silam. suluk.id – Beberapa saat sebelum menyelesaikan buku Hikayat Padangan Kota Cahaya dan sejumlah biografi ulama, saya sempat keluyuran ke beberapa tempat untuk mencari referensi tulisan. Di saat itulah, tak sengaja mata saya […]
Nama K.H Maimoen Zubair terkenal di seantaro nusantara sebagai seorang bijak bestari. Beliau akrab disapa Mbah Mun, begitu santri dan masyarakat umum memanggilnya. Setiap tutur kata dan tindakannya senantiasa menjadi panutan bagi santri dan pecintanya. Mbah Mun selalu menyempatkan mengaji untuk santri-santrinya. Terkadang kondisi yang rapuh di usia senjanya tak bisa menyurutkan istiqomahnya dalam mengajar […]
Saya berhenti di jalan dekat pantai Bulu. Mesin motor kebul-kebul. Sepertinya ia kecapekaan. Saya putuskan istirahat sebentar. Hari sudah tak pagi lagi. Tapi, aktivitas laut di Bulu masih begitu ramai. Dua orang nelayan memikul drum hasil laut. Mereka berjalan di bahu jalan. Berjalan pelan hingga menghilang di ujung gang. Aroma laut begitu kuat saat melintas […]