Suluk.di, Nganjuk – Rutinan pengajian kitab Risalah Ahlissunnah wal Jama’ah digelar di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rejoso, Minggu (20/7) malam. Kegiatan diikuti dengan seksama oleh pengurus MWCNU, ranting, lembaga dan badan otonom.
Kegiatan ini untuk memperkuat ideologi Aswaja bagi para pengurus dan kader NU. Terlebih yang membaca langsung kitab adalah KH Ibnu Rois Al-Maqbul, Rais Syuriah MWCNU Rejoso.
Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah ditulis oleh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Dia adalah pendiri Pesantren Tebuireng Jombang dan organisasi Nahdlatul Ulama tahun 1926 silam.
Rutinan pengajian ini berawal dari amanah KH Ibnu Rois al-Maqbul. “M , ,” ujarnya.
MWCNU Rejoso kemudian menunjuk pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) MWCNU Rejoso. Melalui rapat koordinasi pengurus Lakpesdam, diputuskan pengajian dilaksanakan setiap Ahad Pon setelah Magrib.
Pengajian rutin ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Tahun 2025 sudah memasuk khatam edisi kedua.
Dalam penjelasannya,
KH Ibnu Rois al-Maqbul menyampaikan, pengajian ini menjelaskan perbedaan bid’ah dengan sunnah.
“Semoga pengajian rutin ini agar bisa menjaga istiqomah dalam pengajian ini,” ujarnya. “Meski hanya berdua, kita tetap mengaji untuk menjaga istikomah itu,” imbuhnya.
Ketua Lakpesdam MWCNU Rejoso
Hery Purwanto mengingatkan kepada jajaran pengurus dan para kader NU untuk terus semangat dalam berkhidmat di NU.
Dirinya berharap pengajian rutin ini bisa menambah wawasan pengurus dan kader NU tentang ideologi Aswaja. “Malam ini kita membahas bid’ah yang sudah mulai bermunculan,” pungkasnya. (her)
kontributor: Hary Purwanto, Ketua Lakpesdam MWCNU Rejoso Nganjuk
Suluk.id merawat Islam Ramah serta mengajak beragama yang menggembirakan