Sunday, September 20, 2020

Tag: Suluk

Setahun Suluk.id dan Cita-Cita Dakwah Digital

Warung kopi di tengah kebun jagung itu sepi sekali. Sepertinya, warung baru. Jadi masih belum seramai warung-warung kopi pada umumnya. Di warung yang nyaris tidak ada pembeli itu kami berembuk. Mempersiapkan peluncuran website suluk.id. Sesekali kami saling ledek. Kuat berapa tahun mengelola website semacam Suluk ini. Pertanyaan yang sering keluar itu tak pernah kami respon dengan serius. Selalu kami jawab. Sak mlaku-mlakune. Namun, setelah gemuruh ...

Read more

Pengaruh Malamatiyah Pada Islam Nusantara

Suatu hari ada seorang santri yang ditugasi oleh Kiai Hamid Pasuruan untuk mencari orang yang namanya fulan di salah satu pasar kecamatan tempat asal santri tersebut. Kang santri tersebut mencari-cari informasi dan bertanya sepenjuru pasar tentang si fulan. Begitu heranya santri tersebut setelah mengetahui bahwa si fulan yang dimaksud Kiai Hamid adalah orang gila di pasar tersebut. Karena tugas guru, santri tersebut memberanikan diri untuk ...

Read more

LTN NU Tuban dan Rumah Baru Suluk.id

Beberapa alumni pesantren duduk di teras rumah milik seorang kawan. Ditemani air putih dan satu cembung kopi. Pembicaraan diawali dengan sesuatu yang ringan. Gurauan khas pesantren. Setelah banyak bergurau kami bersepakat. Jika hidup ini sebenarnya mung mampir ngguyu. Sebentar saja. Lamanya itu nanti. Peremenungan itu pun berlanjut. Malam makin larut akhirnya kami bersepakat untuk melakukan sesuatu bersama. Khas santri pastinya. Sederhana tapi mengena. Kami pun ...

Read more

Tawassuth sebagai Jalan Harmoni

Salah satu karakter beragama Ahlussunnah Wal Jama’ah yang paling menonjol adalah tawassuth. Tawassuth atau moderat adalah berada di tengah-tengah, tidak terjebak pada titik-titik ekstrim, tidak condong ke kiri atau cenderung ke kanan. Seimbang antara dalil aqli (akal) dan naqli (teks kitab suci), tidak memihak tetapi lebih lebih bersifat menengahi. Dalam kehidupan sehari-hari, tawassuth terkespresi pada sikap yang seimbang antara pikiran dan tindakan, tidak gegabah dalam ...

Read more

Tipologi Orang-orang NU

Sebagai jam’iyah Nahdlatul Ulama dibentuk secara terbuka dan keanggotaannya sangat longgar. Menerima semua elemen masyarakat menjadi bagian dari dirinya dan berusaha merawatnya agar menjadi warga NU yang baik. Para kiai Nahdlatul Ulama secara intensif mendidik masyarakat dengan sabar dan penuh tanggung jawab, tanpa mendapatkan bayaran dan imbalan dari pemerintah atau dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu sendiri. Semua dijalankan secara “Niat jihad di jalan Allah”, ...

Read more

Pendiri Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah adalah Ahli Suluk di Jabal Al-Qubais

Kiai Hasyim Asy’ari dan Kiai Ahmad Dahlan adalah teman dekat yang bersama-sama belajar ilmu yang sama, guru yang sama, kitab yang sama dan ajaran-ajaran ahlussunnah waljama’ah yang sama. Keduanya adalah teman dekat sekaligus akrab dalam menuntut ilmu dan mengembangkan keilmuannya, baik ketika masih di tanah air maupun ketika sudah berangkat ke tanah suci Mekkah. Di tanah air keduanya belajar di pondok pesantren yang mengajarkan keilmuan ...

Read more

ABOUT ME

FOLLOW & SUBSCRIBE

Terkait