Thursday, October 22, 2020
Wahyu Rizkiawan

Wahyu Rizkiawan

Workshop Poligami, Kapitalisasi Syahwat Berkedok Agama

Workshop Poligami, Kapitalisasi Syahwat Berkedok Agama

Maraknya workshop dan pelatihan poligami menunjukan betapa mudahnya agama dijadikan bumper bisnis. Ia wujud nyata dari kapitalisasi syahwat berkedok agama. Suluk.id - Ustazfotainmen yang akhir-akhir ini kerap mengkampanyekan gaya hidup poligami dan memberdayakan perempuan secara syariah cum syurgawi, kadang seperti lama tak ketemu teman, sekalinya ketemu langsung diprospek ikut gabung MLM: memuakkan. Dengan kerap mengekspos kehidupan berpoligami, seolah laku itu menggambarkan konsep lelaki muslim secara...

Covid-19 dan Perilaku Lokal

Cekelan Rapet Pesan Kiai di Tengah Pandemi

Mengingat pesan Gus Ali Masyhuri dan merenungi pesan filosofis Kiai Syairozi tentang analogi anjing dan lelaki --- sebuah upaya menjalani hidup di tengah Pandemi. Oktober 2019 lalu, saat hadir dalam Haul Masyayikh Ponpes Langitan, KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) Sidoarjo, dalam Mauidloh Hasanahnya berpesan pada kami, yang redaksi kalimatnya masih benar-benar saya catat dan saya ingat hingga detik ini: "Jangan takut kematian. Tapi hargailah...

Lagu Anak Murtad dan Fenomena Menyempitnya Panggung Agamawan Dadakan

Lagu Anak Murtad dan Fenomena Menyempitnya Panggung Agamawan Dadakan

Membuat cocoklogi dan membikin lelucon garing nan politis adalah dua kiat sukses agar tak terlihat bodoh di tengah maraknya orang berilmu yang sudah mulai menampakkan diri. Sebelum lebih dalam membaca tulisan ini, saya ingin memberi marka tegas soal lelucon basah dan lelucon garing. Biar tahu di mana letak kualitas perbedaannya. Lelucon basah minim settingan. Punya kandungan makna dan analogi mendalam. Disampaikan secara sederhana. Tak jauh-jauh...

Memahami Pancasila secara Ukhrowi

Memahami Pancasila secara Ukhrowi

Selain ideologi pemersatu, Pancasila juga berpotensi menjadi instrumen penindasan. Karena itu, sebelum dijadikan emblem jaket, ada baiknya Pancasila dipahami secara ukhrowi. Saat kelas tujuh SMP, saya pernah nggak hafal Pancasila. Terutama sila ke-4 yang bagi saya kala itu, puuanjang sekali. Gara-gara tak hafal, saya disuruh berdiri di depan kelas sambil menghafalkannya. Mungkin karena wali kelas saya cerita ke bapak, suatu hari bapak tahu kejadian itu...

Metode Mutolaah Kitab; dari Abuya Sayyid Muhammad, Abuya Sayyid Abbas hingga Syaikhina Gus Baha

Metode Mutolaah Kitab; dari Abuya Sayyid Muhammad, Abuya Sayyid Abbas hingga Syaikhina Gus Baha

Satu pesan penting yang kami dapat dari metode Abuya Sayyid Muhammad, Abuya Sayyid Abbas dan Syaikhina Gus Baha adalah pentingnya mutolaah kitab di tengah potensi keplesetnya lidah "Makanya saya mohon, siapapun yang mencintai agama (Islam) ini harus banyak mbaca." Gus Baha, dalam suatu kesempatan, pernah mengucap kalimat yang kelak amat populer tersebut. Tanpa mengucap kalimat itu pun, saya percaya, siapapun yang mengingat Gus Baha, pasti...

Ngaji Gus Baha, Mengenal Kekuasaan Allah dari Kecilnya Seekor Nyamuk

Kesederhanaan Gus Baha Ditengah Kapitalisasi Pengaruh dan Wibawa yang Oportunis

Sejak Gus Baha muncul ke permukaan, Agamawan-flamboyan-kenes mulai mundur alon-alon. Lha gimana tidak, sosok Gus Baha dengan ilmu mumpuni saja berpenampilan sederhana, masak ilmu pas-pasan wani nggaya. Wibawa dan pengaruh tentu perkara yang diidam-idamkan banyak orang. Apalagi, berorientasi sukses dunia akhirat. Semacam sukses yang tak menemui kata gagal. Tentu, hanya manusia kurang pengetahuan yang tak mau mendapatkannya. Tapi, disadari atau tidak, saat ini pengaruh dan...

Gus Dur: Manifesto Tenggang Rasa dan Jebakan Klise Fanatisme Atribut

Sejak membaca buku Tuhan Tidak Perlu Dibela, saya sering merenung: jika Tuhan saja tak perlu dibela, kenapa kita mati-matian membela Ormas? Parpol? Golongan? Atribut? Gus Dur pribadi yang amat istimewa. Dan keistimewaan itu, kau tahu, amat begitu kental terasa karena Gus Dur lahir di Indonesia. Setidaknya, bukan di Malaysia atau Brunei Darussalam ataupun Swiss. Indonesia, seperti yang kita semua ketahui, berdiri di atas beragam perbedaan...

Merawat Semangat Ansor dan Banser Kota Bojonegoro

Merawat Semangat Ansor dan Banser Kota Bojonegoro

Merawat semangat kader Ansor dan Banser di kawasan kota memang lebih berat jika dibanding kawasan desa. Tapi, dari sana, menunjukan betapa para pengurus Ansor dan Banser Kota adalah orang-orang pilihan. Sejak dulu hingga sekarang, khidmah masyayikh dengan mengurus organisasi keagamaan memang bukan perihal mudah. Di satu sisi ia menyita waktu, di lain sisi butuh keikhlasan yang paripurna. Karena itu, tak sembarang orang mau melakukannya. Pimpinan...

Gus Baha, Gus Dur dan Keberpihakan terhadap Rakyat Kecil

Gus Baha, Gus Dur dan Keberpihakan terhadap Rakyat Kecil

Dalam urusan keberpihakan, Gus Baha adalah Gus Dur dalam tubuh yang berbeda. Beliau berdua tak hanya pro orang awam dan rakyat kecil, tapi kerap "memberi pelajaran" orang-orang besar langsung di hadapan orang-orang kecil. "Kowe ki mubaligh mosok ning kene (tempat ngaji Gus Baha) kok kayak cah TK playgroup," "Nek wong ngaji ning awakmu kan kudu mbayar, ya kudu mbayar. Tapi nak awakmu ngaji ning aku...

Gus Baha dan Pesan agar Gak Mudah Kagetan

Gus Baha dan Pesan agar Gak Mudah Kagetan

Saya harus mengakui jika bersama Gus Baha membuat hati ini teduh. Ini perjalanan kedua di ndalem beliau. Ikut di tengah-tengah pengajiannya. Siapa yang sekarang tidak mengenalnya. Nama KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) menjadi nama yang cukup "dicari" di ranah digital akhir-akhir ini. Sebagai ulama kharismatik, beliau menawarkan konsep tidak kaku dan tidak kagetan dalam beragama. Kehadiran Gus Baha -- melalui konten-konten YouTube -- serupa...

Page 1 of 2 1 2

POPULAR

MORE ON TWITTER