Wednesday, June 26, 2024
Ahmad Wahyu Rizkiawan

Ahmad Wahyu Rizkiawan

Manakib Mbah Sabil, Mertua Mbah Sambu dan Mbah Jabbar

Manakib Mbah Sabil, Mertua Mbah Sambu dan Mbah Jabbar

Suluk.id - Mbah Sabil Padangan merupakan ayah mertua dari Mbah Sambu Lasem dan Mbah Jabbar Jojogan. Ketiga ulama tersebut membentuk konsolidasi genealogi yang melahirkan banyak ulama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berikut manakib Pangeran Sabillah alias Mbah Sabil Padangan. Nama Mbah Sabil, Mbah Sambu, dan Mbah Jabbar sangat populer sejak abad 17 masehi. Saking populernya, banyak kisah karomah dan hikayat tentang beliau. Namun,...

Ketika Mbah Maimoen Zubair Merasa “Ndrodog” Saat Berkunjung ke Kuncen Padangan

Ketika Mbah Maimoen Zubair Merasa “Ndrodog” Saat Berkunjung ke Kuncen Padangan

Syaikhina Maimoen Zubair pernah ndrodog (merasa gemetar), saat berkunjung ke Kuncen Padangan. Itu terjadi kala beliau berusia 17 tahun, tepatnya pada 1945 silam. suluk.id - Beberapa saat sebelum menyelesaikan buku Hikayat Padangan Kota Cahaya dan sejumlah biografi ulama, saya sempat keluyuran ke beberapa tempat untuk mencari referensi tulisan. Di saat itulah, tak sengaja mata saya membaca judul kitab Sorof karya Mbah Hasyim Jalakan di sebuah...

Mbah Nazim Al Haqqani, Wali yang Berkiprah di Amerika dan Eropa

Mbah Nazim Al Haqqani, Wali yang Berkiprah di Amerika dan Eropa

Tiap tempat pasti ada Wali-nya. Begitupun Eropa dan Amerika. Melalui wasilah Mbah Nazim Haqqani, ribuan masyarakat Amerika Utara mengenal ajaran Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Suluk.id - Amerika Serikat, negara yang masyhur sebagai kiblat sekularisme barat itu, terdapat waliyullah kharismatik bernama Maulana Syeikh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani atau Syeikh Nazim Al Haqqani (1922 – 2014). Waliyullah (orang yang dekat dengan Allah) ada di tiap tempat. Bahkan...

Workshop Poligami, Kapitalisasi Syahwat Berkedok Agama

Workshop Poligami, Kapitalisasi Syahwat Berkedok Agama

Maraknya workshop dan pelatihan poligami menunjukan betapa mudahnya agama dijadikan bumper bisnis. Ia wujud nyata dari kapitalisasi syahwat berkedok agama. Suluk.id - Ustazfotainmen yang akhir-akhir ini kerap mengkampanyekan gaya hidup poligami dan memberdayakan perempuan secara syariah cum syurgawi, kadang seperti lama tak ketemu teman, sekalinya ketemu langsung diprospek ikut gabung MLM: memuakkan. Dengan kerap mengekspos kehidupan berpoligami, seolah laku itu menggambarkan konsep lelaki muslim secara...

Covid-19 dan Perilaku Lokal

Cekelan Rapet Pesan Kiai di Tengah Pandemi

Mengingat pesan Gus Ali Masyhuri dan merenungi pesan filosofis Kiai Syairozi tentang analogi anjing dan lelaki --- sebuah upaya menjalani hidup di tengah Pandemi. Oktober 2019 lalu, saat hadir dalam Haul Masyayikh Ponpes Langitan, KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) Sidoarjo, dalam Mauidloh Hasanahnya berpesan pada kami, yang redaksi kalimatnya masih benar-benar saya catat dan saya ingat hingga detik ini: "Jangan takut kematian. Tapi hargailah...

Lagu Anak Murtad dan Fenomena Menyempitnya Panggung Agamawan Dadakan

Lagu Anak Murtad dan Fenomena Menyempitnya Panggung Agamawan Dadakan

Membuat cocoklogi dan membikin lelucon garing nan politis adalah dua kiat sukses agar tak terlihat bodoh di tengah maraknya orang berilmu yang sudah mulai menampakkan diri. Sebelum lebih dalam membaca tulisan ini, saya ingin memberi marka tegas soal lelucon basah dan lelucon garing. Biar tahu di mana letak kualitas perbedaannya. Lelucon basah minim settingan. Punya kandungan makna dan analogi mendalam. Disampaikan secara sederhana. Tak jauh-jauh...

Memahami Pancasila secara Ukhrowi

Memahami Pancasila secara Ukhrowi

Selain ideologi pemersatu, Pancasila juga berpotensi menjadi instrumen penindasan. Karena itu, sebelum dijadikan emblem jaket, ada baiknya Pancasila dipahami secara ukhrowi. Saat kelas tujuh SMP, saya pernah nggak hafal Pancasila. Terutama sila ke-4 yang bagi saya kala itu, puuanjang sekali. Gara-gara tak hafal, saya disuruh berdiri di depan kelas sambil menghafalkannya. Mungkin karena wali kelas saya cerita ke bapak, suatu hari bapak tahu kejadian itu...

Metode Mutolaah Kitab; dari Abuya Sayyid Muhammad, Abuya Sayyid Abbas hingga Syaikhina Gus Baha

Metode Mutolaah Kitab; dari Abuya Sayyid Muhammad, Abuya Sayyid Abbas hingga Syaikhina Gus Baha

Satu pesan penting yang kami dapat dari metode Abuya Sayyid Muhammad, Abuya Sayyid Abbas dan Syaikhina Gus Baha adalah pentingnya mutolaah kitab di tengah potensi keplesetnya lidah "Makanya saya mohon, siapapun yang mencintai agama (Islam) ini harus banyak mbaca." Gus Baha, dalam suatu kesempatan, pernah mengucap kalimat yang kelak amat populer tersebut. Tanpa mengucap kalimat itu pun, saya percaya, siapapun yang mengingat Gus Baha, pasti...

Ngaji Gus Baha, Mengenal Kekuasaan Allah dari Kecilnya Seekor Nyamuk

Kesederhanaan Gus Baha Ditengah Kapitalisasi Pengaruh dan Wibawa yang Oportunis

Sejak Gus Baha muncul ke permukaan, Agamawan-flamboyan-kenes mulai mundur alon-alon. Lha gimana tidak, sosok Gus Baha dengan ilmu mumpuni saja berpenampilan sederhana, masak ilmu pas-pasan wani nggaya. Wibawa dan pengaruh tentu perkara yang diidam-idamkan banyak orang. Apalagi, berorientasi sukses dunia akhirat. Semacam sukses yang tak menemui kata gagal. Tentu, hanya manusia kurang pengetahuan yang tak mau mendapatkannya. Tapi, disadari atau tidak, saat ini pengaruh dan...

Gus Dur: Manifesto Tenggang Rasa dan Jebakan Klise Fanatisme Atribut

Sejak membaca buku Tuhan Tidak Perlu Dibela, saya sering merenung: jika Tuhan saja tak perlu dibela, kenapa kita mati-matian membela Ormas? Parpol? Golongan? Atribut? Gus Dur pribadi yang amat istimewa. Dan keistimewaan itu, kau tahu, amat begitu kental terasa karena Gus Dur lahir di Indonesia. Setidaknya, bukan di Malaysia atau Brunei Darussalam ataupun Swiss. Indonesia, seperti yang kita semua ketahui, berdiri di atas beragam perbedaan...

Page 1 of 2 1 2

POPULAR

MORE ON TWITTER